Pengelolaan Data Statistik Pertanian Indonesia Tertinggi di Kawasan ASEAN

Sektor Indonesia ternyata masih lebih unggul jika dibandingkan sesama negara-negara di kawasan . Ini terbukti dengan keberhasilan Indonesia meraih peringkat pertama dalam pengelolaan data statistik pertanian di regional Tenggara, mengungguli Filipina, Vietnam, Myanmar, Kamboja, dan Laos.

Penilaian ini diberikan The Korea Agency of Education, Promotion and Information Service in Food, Agriculture, Forestry and Fisheries (EPIS) terhadap enam negara yang selama ini terlibat aktif dan bekerjasama mengembangkan sistem pengelolaan statistik pertanian di tingkat ASEAN. Indikator penilaian mencakup tiga aspek, yaitu statistik pertanian, tingkat pemanfaatan informasi dalam pengelolaan data secara , dan penyajian hasil.

Indonesia sendiri dinilai telah berhasil mengembangkan metode survei lebih dari 20 statistik pertanian. Pengumpulan data tidak hanya offline, melainkan juga secara online serta hasilnya disajikan secara transparan melalui website.

“Kami mengapresiasi kinerja Indonesia dan mendukung upaya-upaya pengembangan lebih lanjut pada masa mendatang,” kata Manajer EPIS, Sanghun Lee. “Kami berharap makin ditingkatkan hingga tahun 2022 mendatang.”

Berdasarkan informasi Pusat Data dan Informasi Pertanian (Kementan), selama ini Kementan memang telah bekerjasama secara intensif dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memperbaiki kualitas data statistik. Di antaranya, mengembangkan sistem SMS melalui handphone untuk pelaporan luas tambah tanam padi secara harian dari setiap kecamatan dan kabupaten/kota.

Selain itu, monitoring luas tanam dan panen padi menggunakan satelit citra landsat-8 yang lebih akurat di seluruh Indonesia bersama LAPAN. Lalu, melakukan ground-cek dan verifikasi luas tanam dan panen menggunakan metode grid square berbasis peta kerja citra satelit resolusi tingkat tinggi dari LAPAN.

Loading...