Klaim Pengangguran AS Turun, Rupiah Berakhir Negatif

Rupiah dan Dolar - sindonews.comRupiah dan Dolar - sindonews.com

JAKARTA – praktis tidak memiliki power untuk bergerak naik ke area hijau pada Jumat (10/7) sore, ketika berhasil menguat seiring klaim pengangguran AS yang dilaporkan menurun. Menurut paparan Index pada pukul 14.59 WIB, Garuda melemah 40 poin atau 0,28% ke level Rp14.435 per AS.

Sementara itu, data yang dirilis Bank Indonesia pagi tadi menempatkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) berada di posisi Rp14.501 per dolar AS, terdepresiasi 55 poin atau 0,38% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.446 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mata uang Garuda juga turun 54 poin atau 0,38% ke level Rp14.449 per dolar AS.

Dari , indeks dolar AS dan mata uang safe haven lainnya cenderung diburu investor pada hari akhir pekan, setelah lonjakan kasus coronavirus baru di Amerika Serikat semakin merusak harapan untuk pemulihan ekonomi yang cepat. Mata uang Paman Sam terpantau menguat 0,167 poin atau 0,17% ke level 96,867 pada pukul 11.40 WIB.

Seperti dilansir Reuters, lebih dari 60.000 infeksi COVID-19 baru dilaporkan di seluruh Amerika Serikat pada hari Rabu (8/7) kemarin. Ini sekaligus menjadi penghitungan satu hari terbesar oleh manapun dalam pandemi sejauh ini, yang mengecewakan sebagian konsumen Amerika yang baru saja kembali ke ruang publik. “Pasar sedang dalam suasana risk-off ringan, mengikuti angka coronavirus yang cukup buruk dari Florida,” kata Kyosuke Suzuki, direktur mata uang di Societe Generale.

Beberapa pelaku pasar juga mengatakan, Mahkamah Agung AS yang memutuskan jaksa penuntut New York dapat memperoleh catatan keuangan Presiden AS, Donald Trump, dapat merusak sentimen risiko dan mendorong greenback karena ia menghadapi perjuangan berat untuk pemilihan kembali. Trump sendiri telah berjuang dengan gigih untuk menjaga pengembalian pajak dan elemen-elemen lain dalam rahasia keuangannya.

Yang juga turut mendukung dolar AS adalah penurunan lebih lanjut di pasar tenaga kerja setelah beberapa negara bagian melaporkan peningkatan angka kasus baru COVID-19. Menurut data Departemen Tenaga Kerja AS yang dirilis Kamis (9/7), klaim pengangguran awal turun sebanyak 99.000 menjadi 1,31 juta untuk pekan yang berakhir pada 4 Juli, dibandingkan dengan perkiraan sebesar 1,375 juta dari para ekonom dalam survei Bloomberg.

Loading...