Pengangguran AS Turun, Rupiah Justru Rebound di Awal Pekan

Rupiah - Jitunews.comRupiah - Jitunews.com

Meski jumlah AS dilaporkan menurun, namun mampu pada perdagangan awal pekan (6/8) ini. Menurut catatan Index, Garuda mengawali transaksi hari ini dengan menguat tipis 5 poin atau 0,04% ke level Rp14.493 per AS. Sebelumnya, spot harus ditutup melemah 20 poin 0,14% di posisi Rp14.498 per AS pada akhir pekan (3/8) kemarin.

Jumat waktu setempat, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa tingkat pengangguran di negara tersebut turun 10% menjadi 3,9% sepanjang bulan Juli, salah satu angka terendah dalam beberapa tahun. Meski demikian, angka penerimaan pekerja hanya sebesar 157 ribu pekerja, lebih rendah daripada rata-rata bulanan sepanjang tahun ini.

Dilansir dari VOA Indonesia, tingkat pengangguran kurang dari 4% biasanya mendorong pengusaha untuk menaikkan upah guna menarik dan mempertahankan pekerja yang baik. Namun, laporan yang sama menunjukkan bahwa upah di AS hanya naik 2,7% dalam setahun ini, sedikit lebih rendah dari tingkat inflasi, yang berarti upah sebenarnya sedikit menurun.

“Dari dalam negeri, rupiah berpeluang menguat ditopang oleh data pertumbuhan () kuartal II 2018 yang akan dirilis hari ini,” tutur Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Ahmad Mikail, dikutip Kontan. “Jika pertumbuhan kuartal II dirilis sesuai ekspektasi, nilai tukar rupiah bisa sedikit terangkat pada perdagangan Senin ini.”

PDB kuartal II 2018 sendiri diproyeksikan lebih tinggi daripada PDB kuartal I 2018. Selain karena faktor musiman, biasanya pertumbuhan kuartal II lebih besar dibandingkan kuartal I, investasi pun diperkirakan akan menjadi pendorong perekonomian di kuartal II tahun ini. Peningkatan laju investasi itu tercermin dari peningkatan laju impor non-migas, khususnya impor barang modal dan bahan baku.

“Peningkatan investasi bangunan juga diperkirakan masih meningkat seiring dengan penyelesaian -proyek infrastruktur secara nasional,” kata ekonom Bank Permata, Josua Pardede. “Jadi, secara keseluruhan, laju pertumbuhan Indonesia pada kuartal II diperkirakan meningkat, yakni sebesar 5,15% year on year dari kuartal sebelumnya yang tercatat 5,06% year on year.”

Loading...