Pengalihan Subsidi BBM Harusnya Bisa Menolong Rupiah

BBM naikPada sesi pertama antar Bank lokal (6/1), sebanyak 58 basis poin menjadi Rp 12.643 per Dolarnya dari nilai semula Rp 12.585 per Amerika pada sesi penutupan perdagangan kemarin. ” Hampir semua mata uang Asia terdepresiasi terhadap Amerika pagi ini. Salah satu pemicunya adalah meningkatnya angka mobil di Amerika Serikat, yang menjadi salah satu indikator perekonomian negara yang sedang membaik, ” ujar Pakar Ekonomi Samuel Sekuritas, Rangga Cipta.

Penurunan nilai tukar Rupiah juga disebabkan oleh ditemukannya fakta bahwa para masih mengkhawatirkan tentang kemungkinan Yunani keluar dari zona euro dalam waktu dekat dan adanya laju inflasi di Jerman, dikarenakan kurs mata uangnya jatuh ke level terendah dalam lima tahun terakhir di bulan 2014 lalu. Kondisi inilah yang mendorong untuk tetap menjaga aset mereka dalam bentuk Dolar Amerika.

Namun, sentimen positif di domestik diperkirakan akan menunjukkan peningkatan sejak pihak Pemerintah pusat mengalokasikan potongan subsidi ke sektor yang lebih produktif seperti infrastruktur, kesehatan dan pendidikan. Pergeseran subsidi belanja ini seharusnya dapat membantu memperkuat posisi Rupiah di . Selain itu, Kepala Peneliti Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra mengatakan bahwa penurunan aktivitas manufaktur global telah membuat investor khawatir tentang perlambatan perkembangan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama 2015, hal ini yang sepertinya meningkatkan permintaan pada Dolar Amerika.

Loading...