Pengalihan Subsidi BBM Harusnya Bisa Menolong Rupiah

BBM naikPada sesi perdagangan pertama antar Bank lokal (6/1), melemah sebanyak 58 basis poin menjadi Rp 12.643 per Dolarnya dari nilai semula Rp 12.585 per Dolar Amerika pada sesi penutupan perdagangan kemarin. ” Hampir semua mata uang Asia terhadap Dolar Amerika pagi ini. Salah satu pemicunya adalah meningkatnya angka penjualan mobil di Amerika Serikat, yang menjadi salah satu indikator perekonomian negara yang sedang membaik, ” ujar Pakar Ekonomi Samuel Sekuritas, Rangga Cipta.

Penurunan nilai tukar Rupiah juga disebabkan oleh ditemukannya fakta bahwa para investor masih mengkhawatirkan tentang kemungkinan Yunani keluar dari zona euro dalam waktu dekat dan adanya laju di Jerman, dikarenakan mata uangnya ke level terendah dalam lima tahun terakhir di bulan lalu. Kondisi inilah yang mendorong investor untuk tetap menjaga aset mereka dalam bentuk Dolar Amerika.

Namun, sentimen positif di pasar domestik diperkirakan akan menunjukkan peningkatan sejak pihak Pemerintah pusat mengalokasikan potongan subsidi BBM ke sektor yang lebih produktif seperti infrastruktur, kesehatan dan pendidikan. Pergeseran subsidi belanja ini seharusnya dapat membantu memperkuat posisi Rupiah di pasar. Selain itu, Kepala Peneliti Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra mengatakan bahwa penurunan aktivitas manufaktur global telah membuat investor khawatir tentang perlambatan perkembangan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama , hal ini yang sepertinya meningkatkan permintaan pada Dolar Amerika.

Loading...