Pengalihan Subsidi BBM Harusnya Bisa Menolong Rupiah

BBM naikPada sesi perdagangan pertama antar Bank lokal (6/1), sebanyak 58 basis poin menjadi Rp 12.643 per Dolarnya dari nilai semula Rp 12.585 per Amerika pada sesi penutupan perdagangan kemarin. ” Hampir semua mata uang terdepresiasi terhadap Dolar Amerika pagi ini. Salah satu pemicunya adalah meningkatnya angka penjualan mobil di Amerika Serikat, yang menjadi salah satu indikator perekonomian negara yang sedang membaik, ” ujar Pakar Ekonomi Samuel Sekuritas, Rangga Cipta.

Penurunan juga disebabkan oleh ditemukannya fakta bahwa para investor masih mengkhawatirkan tentang kemungkinan Yunani keluar dari zona euro dalam waktu dekat dan adanya laju inflasi di Jerman, dikarenakan kurs mata uangnya jatuh ke level terendah dalam lima tahun terakhir di bulan Desember 2014 lalu. Kondisi inilah yang mendorong investor untuk tetap menjaga aset mereka dalam bentuk Dolar Amerika.

Namun, sentimen positif di diperkirakan akan menunjukkan peningkatan sejak pihak Pemerintah pusat mengalokasikan potongan subsidi ke sektor yang lebih produktif seperti infrastruktur, kesehatan dan pendidikan. Pergeseran subsidi belanja ini seharusnya dapat membantu memperkuat posisi Rupiah di pasar. Selain itu, Kepala Peneliti Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra mengatakan bahwa penurunan aktivitas manufaktur telah membuat investor khawatir tentang perlambatan perkembangan ekonomi pada kuartal pertama 2015, hal ini yang sepertinya meningkatkan permintaan pada Dolar Amerika.

Loading...