Pengajuan Pajak Penghasilan Jadi Penyebab Nilai Bitcoin Kembali Menurun?

Bitcoin - digiday.comBitcoin - digiday.com

Bulan April 2018 ini tampaknya masih belum menjadi awal yang baik bagi pasar cryptocurrency. Selama awal bulan, nilai total semua mata uang yang diperdagangkan turun menjadi USD 243 miliar. Meski kapitalisasi pasar sempat bertambah USD 40 miliar dalam hitungan 2 hari, seluruh keuntungan tersebut berkurang cukup besar karena nilai turun menjadi USD 248 miliar pada (6/4). Fluktuasi yang cukup tajam itu juga memangkas lebih dari USD 200 nilai .

Selama sebulan terakhir Bitcoin telah turun lebih dari 40%, termasuk penurunan 1,2% pada Kamis menjadi USD 6.750 di penutupan New York. Hari ini, Sabtu (7/4), bitcoin merangkak tipis sebesar 3,24% ke level USD 6.834,82 atau sekitar Rp 94 jutaan setelah dibuka di level USD 6.620,41.

“Batas waktu pengajuan penghasilan pertengahan April berkontribusi terhadap penurunan harga crypto karena yang memenangkan taruhan besar pada token digital menjual sebagian dari sisa kepemilikan mereka untuk membayar USD 25 miliar dalam capital-gain,” kata Tom Lee, kepala penelitian di Fundstrat Advisors, seperti dilansir Bloomberg.

“Ini adalah arus besar dari kripto ke . Estimasi historis setiap $ 1 dari arus keluar USD adalah USD 20 – USD 25 berdampak pada nilai pasar crypto,” imbuh Lee. Prediksi USD 25 miliar menurut Lee berasal dari perkiraannya bahwa rumah tangga memiliki USD 92 miliar dalam keuntungan kena pajak dari crypto pada 2017, mewakili 20% penerimaan pajak capital gain (keuntungan modal) ke US Treasury. Lee juga mengatakan bahwa tekanan jual dari bitcoin telah berlalu. Meski demikian, ia tidak melihat adanya kenaikan untuk altcoin atau koin alternatif hingga pertengahan Agustus 2018 mendatang.

Penurunan harga bitcoin sendiri juga dianggap sebagai akibat dari kebijakan crypto yang baru-baru ini diumumkan atau karena gejolak ekonomi antara dan Amerika Serikat. Reserve Bank of India (RBI) pada Kamis mengumumkan sebuah lembaga keuangan yang diatur untuk mengatur mata uang digital. Mirip dengan langkah , RBI ingin memutus hubungan dengan token lain sambil bersiap meluncurkan mata uang digitalnya sendiri. Kebijakan ini diyakini bisa memicu aksi jual dari sejumlah investor di India.

Loading...