Kontroversi L’Eredita, Pengadilan Italia: Yerusalem Bukan Ibukota Israel

Tembok Barat yang berada di Kota Tua Yerusalem - kompas.com

ROMA – Pengadilan baru-baru ini menyatakan bahwa ibukota Israel bukan Yerusalem. Hal itu disampaikan untuk meredam yang melibatkan kuis TV populer di tersebut, L’Eredita, ketika pembawa mereka, Flavio Insinna, mengoreksi jawaban Tel Aviv sebagai ibukota Israel dari salah seorang peserta.

Dilansir TRT World, dalam sebuah sesi pada bulan Mei kemarin, sebuah pertanyaan tentang Israel muncul di acara tersebut. Peserta menjawab ‘Tel Aviv’ ketika diminta untuk menyebutkan nama ibukota Israel. Namun, Insinna tidak menerima ini sebagai jawaban yang benar, dengan mengatakan bahwa itu adalah ‘Yerusalem’. Hal tersebut lantas menyulut ketidaksenangan dari Palestinian Association dan Association of Solidarity with the Palestinian People.

Kasus tersebut, yang diselesaikan di divisi Manusia dan Imigrasi Pengadilan Roma, menyatakan bahwa negara Italia tidak mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, seperti tertera dalam . Pada 5 Juni lalu, Insinna mencoba mengakhiri kontroversi dengan membacakan klarifikasi. “Mengingat hal ini, kami tidak boleh terlibat dalam perselisihan yang begitu rumit, dan kami mohon maaf karena telah mengangkatnya tanpa sengaja,” katanya.

Sementara itu, pengadilan menyampaikan klarifikasi mereka sendiri. Mereka mengatakan, pada 21 Desember 2017, Italia memilih resolusi Majelis Umum yang menolak keputusan untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel. “Seperti diketahui, sendiri telah berulang kali berbicara tentang masalah ini, mengutuk pendudukan Israel di wilayah Palestina dan Yerusalem Timur, dan menyangkal validitas hukum apa pun terhadap keputusan Israel untuk menjadikannya ibukotanya,” bunyi pernyataan tersebut.

Pengadilan menyimpulkan bahwa resolusi PBB merupakan hukum konvensional yang berlaku langsung dalam sistem hukum mereka. Menerima begitu saja bahwa Yerusalem sebagai ibukota negara Israel adalah penyebaran yang salah. Mendefinisikan masalah sebagai ‘perselisihan’, sebagai yang dilakukan oleh RAI (stasiun televisi Italia), dianggap tidak cukup untuk mengoreksi apa yang terjadi. Stasiun televisi tersebut akhirnya diperintahkan untuk membayar semua denda.

Loading...