Penerbitan Sukuk Global Turun di Semester I, Indonesia Kejar Malaysia

Obligasi Syariah - poskotanews.comObligasi Syariah - poskotanews.com

KUALA LUMPUR – Jumlah penerbitan syariah (dikenal juga sebagai sukuk), turun 5,2% menjadi 50,3 miliar AS selama periode Januari hingga Juni 2018. Penurunan sebagian besar terjadi di -negara Timur Tengah, seperti Qatar, Arab Saudi, dan Turki, karena terbebani oleh pengetatan yang memengaruhi penerbitan sukuk sovereign.

Diberitakan , menurut RAM Rating, Malaysia masih memimpin penerbitan, dengan mencatat kenaikan 4,7% menjadi 19,4 miliar dolar AS selama semester pertama tahun ini, sekaligus menyumbang 38,7% dari total pangsa . Malaysia telah memimpin promosi keuangan Islam, mendorong sektor publik dan swasta melalui insentif untuk menerbitkan sukuk sebagai penggalangan dana alternatif.

Tetapi, negara-negara Islam lainnya sedang mengejar. Penerbitan sukuk di Indonesia telah meningkat 52,6% menjadi 6,6 miliar dolar AS, didukung oleh masterplan keuangan syariah selama 10 tahun yang diperkenalkan pada tahun 2016 lalu. Meski demikian, tidak seperti Malaysia, 95% dari penerbitan obligasi syariah di Indonesia berasal dari sektor publik.

Indonesia juga menjadi negara pertama yang menerbitkan sukuk hijau senilai 1,25 miliar dolar AS pada Februari 2018 untuk membiayai proyek-proyek, termasuk energi terbarukan dan pengelolaan limbah. Menurut Moody Investors Service, penerbitan obligasi hijau akan meningkat seiring dengan upaya pemerintah untuk mempromosikan agenda kebijakan berkelanjutan dengan mendorong modal swasta ke proyek infrastruktur rendah karbon dan climate-resilient.

Di Malaysia sendiri, lima perusahaan telah menerbitkan sukuk hijau senilai 3,735 miliar ringgit (924 juta dolar AS) sejak Juli lalu untuk mendanai proyek-proyek energi. Salah satu perusahaan, yaitu Tadau Energy, sebuah unit dari Edra Power Holdings milik China, mengeluarkan sukuk hijau pertama sebesar 250 juta ringgit untuk proyek tenaga surya di Sabah yang berlokasi Malaysia Timur.

Malaysia, Indonesia, dan enam negara Timur Tengah yang membentuk Gulf Cooperation Council (GCC) mencatat 94% dari penerbitan sukuk global. Namun, penerbitan yang lebih rendah oleh Arab Saudi dan Qatar menyebabkan total penerbitan oleh GCC turun 19,1% menjadi 21,3 miliar dolar AS dalam enam bulan pertama tahun ini.

Menurut proyeksi RAM, penerbitan sukuk global untuk tahun 2018 akan mencapai antara 75 miliar dolar AS hingga 85 miliar dolar AS, lebih rendah dari angka 97,3 miliar dolar AS yang dicapai pada tahun lalu. “Pasar sukuk pada tahun ini akan tergantung pada kinerja ekonomi global dan keadaan pemulihan di negara-negara Islam,” kata kepala keuangan Islam RAM, Ruslena Ramli.

Loading...