Peneliti: Yahoo Dibajak Hacker Profesional yang Mencari Keuntungan

billboardiklan-yahooA Yahoo! billboard is seen in New York's Time's Square - qzprod.files.wordpress.com

Washington – Peneliti keamanan mengungkapkan bahwa pencurian massal data pengguna Yahoo pekan lalu dilakukan oleh hacker profesional yang mencari keuntungan dari pelanggaran tersebut.

Analisis yang diterbitkan pada Rabu (28/9) lalu oleh perusahaan keamanan InfoArmor yang mengklaim telah melihat beberapa data, memiliki tanggapan yang berbeda dari Yahoo bahwa serangan tersebut kemungkinan dibiayai oleh negara tertentu.

“Yahoo pernah diserang tahun oleh sekelompok hacker yang disewa untuk membobol database dari berbagai organisasi target yang berbeda,” ujarnya.

Peneliti mengatakan jika data Yaho pertama kali dijual gelap di secara online pada April lalu. Mereka menambahkan jika sebagian besar data tidak sah, termasuk tidak valid, serta akun yang telah dihapus dan tak pernah ada. Namun para hacker salah menginterpretasikan data ini untuk mencari sensasi dan menjualnya demi keuntungan pribadi.

Hacker menjual data kepada pihak negara yang mendanainya yang memiliki kepentingan untuk melakukan akuisisi database secara eksklusif dan kepada para penjahat cyber yang berencana memakai data untuk spam besar-besaran terhadap sasaran global.

Pekan lalu Yahoo melaporkan bahwa pembajakan yang terjadi pada akhir 2014 lalu mempengaruhi sekitar 500 juta pengguna di seluruh dunia.

Masih belum jelas apakah laporan tersebut akan mempengaruhi bisnis inti Yahoo untuk kelompok telekomunikasi Verizon sebesar 4,8 miliar.

Kabar tersebut menuai kritik dari anggota parlemen AS yang heran mengapa Yahoo membutuhkan waktu 2 tahun untuk mengungkap hal ini secara terbuka. “Kami bahkan lebih terganggu bahwa pengguna pertama kali dibajak tahun 2014, tetapi perusahaan baru mengumumkannya minggu lalu,” demikian bunyi surat kepada Yahoo yang ditandatangi 6 anggota senat AS.

Loading...