Pendidikan Agama Islam Makin Populer, Ini Deretan Pesantren dengan Biaya Termahal

Pesantren - arcom.co.idPesantren - arcom.co.id

Pendidikan berbasis Islam saat ini sudah semakin . Para orang tua tidak hanya menyekolahkan anak-anak mereka ke sekolah umum saja, tetapi juga banyak yang mulai memasukkan anaknya ke sejumlah agar memperoleh pengetahuan yang imbang antara maupun ilmu pengetahuan umum. Ponpes-ponpes di Indonesia pun sangat banyak jumlahnya dan tersebar di berbagai daerah, ada yang tidak mematok sama sekali alias gratis, ada yang biayanya sangat murah, dan ada pula beberapa ponpes dengan yang bisa dibilang mahal.

Berdasarkan data umum Pendidikan Islam dari Kementerian Agama, jumlah pondok pesantren tahun 2011-2012 hanya 27.230, kemudian meningkat secara signifikan menjadi 28.194 ponpes tahun 2015-2016. Demikian pula dengan jumlah santri yang tahun 2011-2012 hanya 3.759.198 orang tahun 2015-2016 melonjak jadi 4.290.626 santri.

“Perkembangan tersebut tak hanya dilihat dari angkanya, tapi juga realisasi dalam bentuk kurikulum pengajaran dan pondok pesantren yang makin maju dan tak kalah bersaing dengan sekolah umum,” kata Imam Safei, Plt. Direktur Pendidikan Diniyah & Pondok Pesantren Kementerian Agama (Kemenag), seperti dilansir Femina.

Pertumbuhan peminat pondok pesantren ini tentunya tidak terlepas dari perkembangan kurikulum pendidikan yang diterapkan sejumlah ponpes di Indonesia. Jika dulunya ponpes masih mengajarkan pendidikan agama Islam secara tradisional, maka kini sudah dipadukan dengan teknologi dan ilmu pengetahuan yang lebih .

Tak heran jika beberapa ponpes disebut-sebut mematok biaya yang cukup mahal. Setidaknya ada beberapa pesantren yang dikenal termahal karena menawarkan sejumlah fasilitas pendukung yang memadai. Sebagai contoh, Pesantren Ma’had Al-Zaytun mematok biaya pendaftaran sebesar Rp 1 juta untuk jenjang MI, sedangkan jenjang MTs biaya pendaftarannya Rp 1,5 juta. Biaya tersebut belum termasuk biaya hidup santri selama mondok. Sedangkan untuk jenjang MTs di Al Zaytun dikenai biaya konsumsi sebesar USD 3.500 untuk 6 tahun pembelajaran.

Kemudian Ponpes Tahfizh Daarul Quran yang digagas Ustaz Yusuf Mansur mematok dana sarana dan prasaran sekitar Rp 10,5 jutaan untuk jenjang SMPIT dan SMAIT. Biaya tersebut belum termasuk biaya lain-lain seperti SPP, pengembangan, seragam, dan sebagainya. Jika ditotal bahkan bisa hampir sekitar Rp 20 jutaan.

Loading...