Pendaftaran Izin Kerja Ditutup, Malaysia Tahan Pekerja Asing Ilegal

Malaysia Tahan Pekerja Asing Ilegal

Malaysia mulai melakukan tindakan tegas kepada para pekerja yang mencari nafkah di negara tersebut. Sebelumnya, pemerintah setempat memberi kesempatan kepada para pekerja asing untuk mendaftarkan status mereka di dinas terkait sampai Jumat (30/6) akhir pekan lalu untuk memperoleh E-card.

Seperti dilaporkan The Straits Times, pada Sabtu (1/7) dini hari, konvoi truk dan mobil yang membawa 86 petugas diluncurkan dari Departemen di Putrajaya, Selangor menuju ke Kota Kapar untuk menahan para pekerja asing yang tidak memiliki . Petugas mengumpulkan sekitar 239 pekerja dan memeriksa -dokumen mereka. Dari jumlah tersebut, ada sekitar 51 pekerja yang tidak memiliki yang valid dan kebanyakan berasal dari Bangladesh. “Sebagian pekerja yang diperiksa bekerja di furniture dan plastik terdekat,” kata Direktur Jenderal Departemen Imigrasi, Mustafar Ali.

Selain di Kapar, lebih jauh ke utara di Ipoh, Perak, ada segelintir imigran ilegal mencoba melarikan diri saat petugas penegak hukum menyerbu sebuah lokasi konstruksi di Taman Menglembu Impiana Adril, Sabtu pagi, namun mereka segera tertangkap. Menurut Kepala Operasi Imigrasi Perak, Suhairie Bah Ali, dari 28 pekerja yang ditangkap dan diperiksa, empat di antaranya adalah pekerja ilegal, termasuk seorang perempuan asal Indonesia.

“Kebanyakan dari mereka memiliki dokumen yang layak, tetapi empat yang lainnya tidak dapat menunjukkannya,” jelas Suhairie. “Yang satu mengklaim bahwa dokumen miliknya masih dibawa atasannya, sedangkan yang lain berada di rumah kongsi, dan satu orang lagi mengatakan dibawa saudaranya.”

Sebelumnya, sebuah operasi di Chandan Raya menangkap 31 orang asing yang bekerja secara ilegal di sebuah pabrik pengolahan makanan, dengan 22 di antara berasal dari Myanmar dan sisanya datang dari Nepal. Petugas juga menahan pemilik pabrik yang bakal diselidiki berdasarkan Pasal 56 (1) (d) UU Imigrasi karena menyembunyikan pekerja. “Beberapa pekerja ditugaskan di peternakan, tetapi mereka ditemukan bekerja di pabrik,” sambungnya.

Pada bulan Februari lalu, pihak berwenang telah mengizinkan para pekerja ilegal untuk mengubah status mereka dengan mendaftarkan kehadiran di Departemen Imigrasi serta mendapatkan kartu penegakan (E-card) pada Jumat (30/6) lalu. E-card berfungsi sebagai konfirmasi sementara untuk pekerja ilegal dan diberikan secara gratis serta berlaku sampai tanggal 15 Februari tahun depan.

Malaysia, ekonomi terbesar ketiga di , saat ini memiliki sekitar dua juta pekerja asing yang terdaftar dan lebih dari satu juta orang yang bekerja tanpa izin. Pejabat setempat mengatakan bahwa ada 600 ribu warga asing yang bekerja secara ilegal yang berhak mengajukan permohonan izin kerja, namun hanya 155 ribu orang yang melakukannya pada Jumat pekan lalu.

Loading...