Pencapaian Tax Amnesty Tahap II Masih di Bawah Target

Jakarta – Meski kini sudah banyak Ibu Kota yang berlibur, pajak menjadi salah satu tempat yang masih ramah pada hari Jumat (30/12) pagi kemarin. Lebih dari 600 orang memadati lantai 2 pajak yang buka sejak pukul 07.30 WIB untuk mendaftarkan aset yang belum dilaporkan dalam pengampunan pajak (tax amnesty).

Menjelang hari-hari terakhir penutupan tax amnesty tahap II jumlah masyarakat yang melaporkan asetnya semakin bertambah karena kali ini akan membebaskan individu dari tuntutan pidana jika mereka membayar denda kecil untuk aset tersembunyi. Setelah 1 Januari 2017, denda yang sebelumnya hanya 3% akan naik 5% dari aset yang dilaporkan, dan 10% bagi pemilik aset offshore.

Kantor pajak sendiri akan melayani tax amnesty hingga tengah malam hari ini, Sabtu (31/12) untuk mengakomodir mereka yang datang melaporkan asetnya pada menit-menit terakhir.

Pemerintah mengenalkan amnesti pajak pada bulan Juli 2016 lalu sebagai upaya memperoleh traksi atas masalah kepatuhan masyarakat Indonesia yang rendah. Defisit menghambat usaha Presiden Joko Widodo untuk melakukan belanja kebutuhan infrastruktur utama.

Pemerintah juga berencana bertukar informasi dengan pusat-pusat keuangan offshore seperti Singapura atau Hong Kong, di mana banyak orang Indonesia kaya yang memiliki kekayaan tersembunyi di sana.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sendiri telah berusaha untuk meyakinkan orang-orang yang khawatir untuk mengungkapkan kekayaan mereka. Pada saat inspeksi mendadak (sidak) ke kantor pajak pada Kamis (29/12) lalu, ia mengatakan bahwa akuntan dan konsultan pajak yang bisnisnya telah berkembang sejak program ini dimulai, telah melaporkan aset mereka dengan benar.

“Kantor akuntan yang tidak memiliki NPWP tidak akan ditegur. Kami hanya akan mencabut izin mereka jika diperlukan,” ujar Menkeu Sri Mulyani.

Walaupun mengalami progres yang cukup signifikan, sebagian besar ekonom memperkirakan bahwa pendapatan yang dihasilkan dari tax amnesty berada di bawah target pemerintah. Meski demikian, program ini telah mengkonfirmasi skala penggelapan pajak yang dilakukan oleh orang-orang kaya.

Sejak program tax amnesty diluncurkan pada Juli 2016 lalu, total aset yang dilaporkan mencapai Rp 4.200 triliun, setara 73% dari saham di Indonesia. “Tax amnesty tidak hanya penting untuk meningkatkan pendapatan jangka pendek, tetapi juga untuk memperluas basis wajib pajak,” ujar David Sumual, Kepala Ekonom Bank Central Asia. Program tax amnesty sendiri akan berakhir pada 31 Maret 2017.

Loading...