Pemilu AS KO Dolar, Rupiah Menguat di Akhir Selasa

Rupiah - globalaktual.comRupiah - globalaktual.com

JAKARTA – Gerak terbatas AS, karena sela di Negeri Paman Sam, mampu dimanfaatkan rupiah untuk terus bergerak menguat sepanjang Selasa (6/11) ini. Seperti dipaparkan Index pada pukul 15.58 WIB, Garuda mengakhiri dengan menguat 173 poin atau 1,15% menuju level Rp14.804 per AS.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.891 per dolar AS, menguat 81 poin atau 0,54% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.972 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia perkasa melawan , dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,80% menghampiri rupiah, disusul peso Filipina yang melonjak 0,28%.

Dari global, indeks dolar AS relatif bergerak terbatas pada hari Selasa, bahkan cenderung melemah, karena menunggu pemilihan umum sela yang berlangsung di AS pada hari ini waktu setempat. Mata uang Paman Sam terpantau melemah tipis 0,032 poin atau 0,03% menuju level 96,51 pada pukul 11.16 WIB, setelah kemarin sudah berakhir drop.

Seperti diberitakan Reuters, dolar AS bergerak dalam kisaran sempit pada hari ini, saat investor menantikan hasil pemilu legislatif AS, tes pertama setelah kebijakan pemotongan dan perang perdagangan. Pemilu kali ini secara luas diperkirakan mendorong Partai Demokrat, yang memiliki peluang kuat untuk memenangkan kendali DPR, sedangkan Partai Republik diprediksi masih akan mempertahankan kursi di Senat.

“Jika Partai Republik mampu mempertahankan kendali dari kedua sisi, maka nilai tukar dolar AS akan melonjak,” tutur direktur strategi mata uang di BK Asset Management di New York, Kathy Lien. “Jika kongres terbagi, dengan Demokrat mengontrol DPR dan Republik di Senat, maka akan sulit bagi kebijakan seperti pemotongan pajak kelas menengah untuk lolos, serta dapat memukul dolar AS dalam jangka pendek.”

Di belahan dunia lainnya, menteri keuangan zona Eropa semalam telah meminta Italia untuk mengubah anggaran 2019 mereka agar menyesuaikan dengan aturan Uni Eropa sebelum tenggat waktu yang ditetapkan pada minggu depan. Namun, pihak Roma mengatakan bahwa rencana defisit yang disengketakan tidak akan berubah.

Loading...