Pemerintah Jepang Longgarkan Aturan untuk Tenaga Perawat Asing

Pemerintah telah memutuskan untuk mengizinkan pekerja asing berkulifikasi yang datang ke di bawah program khusus untuk bisa bekerja di keperawatan berbasis rumah.

Hanya sejumlah kecil pekerja asing yang kemungkinan akan dapat mendapatkan pekerjaan di penyedia layanan keperawatan tersebut, karena mereka akan membutuhkan kualifikasi yang tepat, cukup pengalaman on-the-job, dan kemampuan bahasa Jepang yang cukup untuk bekerja di sana. Namun, keputusan hari Jumat (26/2) oleh Departemen Kesehatan, dan Kesejahteraan akan membuka pintu baru untuk perawat asing dan mengatasi masalah kekurangan pekerja di bidang penyedia layanan keperawatan.

Saat ini, para pekerja tersebut tidak dapat bekerja sebagai perawat kunjungan (visiting caregiver) walapun memenuhi syarat. Hal itu membatasi prospek pekerjaan mereka untuk pasien rawat jalan. Bahkan kemudian, mereka menghadapi kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan, sebagian karena peraturan yang menuntut para majikan mempekerjakan setidaknya dua orang dari yang sama pada tahun tertentu. Parameter itu dimaksudkan untuk membantu pekerja asing mengatasi hambatan adaptasi dengan kehidupan baru di lingkungan asing. Kementerian juga telah memutuskan untuk melonggarkan persyaratan ini, sehingga memungkinkan untuk hanya mempekerjakan satu pekerja asing jika orang lain dari yang sama sudah bekerja di sana.

Sayangnya, langkah-langkah baru itu belum mungkin untuk dilaksanakan sampai tahun 2017. Hal itu karena kementerian harus terlebih dulu menyiapkan sistem pelaporan yang akan membantu mencegah masalah yang melibatkan perawat asing.

Perjanjian kemitraan ekonomi bilateral Jepang dengan , , dan , memungkinkan warga yang memenuhi syarat dari negara-negara itu datang ke Jepang untuk bekerja sebagai profesional perawatan selama beberapa tahun. Sejak 2008, lebih dari 2.000 perawat asing telah datang ke Jepang di bawah program ini.
()

Loading...