Pemerintah Harus Secepatnya Selamatkan Rupiah

Rupiah Turun Dolar NaikPelemahan Rupiah terhadap tampaknya tidak bisa dianggap remeh enteng, karena basis di yang masih didominasi oleh sektor impor semakin bertambah berat menanggung beban impor akibat pelemahan Rupiah. “(kondisi) ini berbahaya untuk Indonesia. Presiden, Wapres, serta Para menteri tidak bisa (hanya) sekedar mengeluarkan statement mengelak seolah tidak ada ancaman dan masalah (yang akan muncul) dengan pelemahan Rupiah hingga Rp 13.000,” kata Dahnil Anzar selaku pengamat kebijakan publik dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Banten yang juga merupakan penggiat anti-korupsi saat dikonfirmasi pada hari ini (30/3).

Danhil menambahkan, sebab terkait bahwa bukan tidak mungkin Rupiah akan semakin terpuruk oleh faktor eksternal, seperti halnya kebijakan ekonomi Amerika Serikat, yang berimbas pada Eropa dan sebagian besar .

“Tidak ada jalan lain selain memulai perubahan kebijakan jangka panjang, (jadi) bukan sekedar kebijakan jangka pendek khas rezim moneteris,” ujar Danhil.

Kebijakan jangka panjang Pemerintah harus dimulai dengan putusan yang tegas dengan Meminimalisir Impor dengan menjalankan berbagai usaha untuk substitusi impor. Sehingga di masa datang perekonomian domestik tidak akan lagi bergantung terlalu banyak pada posisi terhadap Amerika. Ketika substitusi impor berhasil dilakukan dalam jangka panjang, bukan tidak mungkin pelemahan Rupiah akan menjadi momen untuk mengoptimalkan ekspansi yang pada ujungnya justru menguntungkan perekonomian Indonesia.

“Namun, sekarang ekspansi ekspor tidak bisa dilakukan, (mengingat) untuk meningkatkan produksi pun (masih) harus impor bahan baku, sehingga dalam negeri (akan) tetap sulit dan tidak kompetitif,” tukas Dahnil mengakhiri.

Loading...