Pemerintah China Ubah Aturan, Bisnis Baterai Mobil Samsung & LG Terancam Buyar

Kursrupiah.net – Investasi yang telah digelontorkan oleh dua multinasional asal Korea Selatan, dan LG, untuk baterai listrik terancam sia-sia. Hal ini dikarenakan tindakan Tiongkok yang mengubah keputusannya terkait penggunaan baterai pada kendaraan listrik.

Sebelumnya, Samsung dan LG diketahui bekerjasama untuk membangun baterai kendaraan listrik di . Hal ini dilakukan oleh kedua perusahaan tersebut setelah pemerintah menggaungkan misi untuk mengurangi emisi karbon dengan menargetkan penggunaan 5 juta kendaraan elektrik pada 2020 mendatang.

Sebagaimana dilansir (1/4), pemerintah China baru saja menghentikan subsidi untuk kendaraan listrik yang menggunakan baterai berbahan kombinasi Nikel – Kobalt – Mangan (NCM), yang justru sedang dikembangkan oleh Samsung dan LG. Sementara itu, subsidi untuk kendaraan listrik yang menggunakan baterai berjenis lithium-iron-phosphate (LFP) masih tetap berjalan.

Tanpa subsidi dari pemerintah China untuk kendaraan listrik ber-baterai NCM yang sebesar 40% itu, kelangsungan bisnis baterai NCM dipastikan akan lesu. Pasalnya, angka penjualan baterai besutan LG akan turun sekitar 10%.

Mark Newman, seorang analis senior dari Bernstein Research menilai, tindakan merubah aturan yang dilakukan oleh pemerintah Tiongkok ini merupakan upaya untuk membantu perusahaan lokal agar lebih kompetitif. Lebih luasnya, upaya ini dipandang sebagai langkah politik Tiongkok untuk memberi keleluasaan pada pabrikan lokal untuk mengejar ketertinggalan dari perusahaan asing.

Bukan sekedar hal sepele, permasalahan pencabutan subsidi ini diangkat sebagai isu diplomatis antara Korea Selatan dan China. Beberapa pihak menilai, keputusan sepihak dari pemerintah Tiongkok ini akan mengancam kesepakatan kerjasama perdagangan bebas antar kedua negara.

Loading...