Pemecatan Menlu AS KO Dolar, Rupiah Ditutup Menguat 18 Poin

Pelemahan , imbas pemecatan Menteri Luar Negeri AS yang mendadak, mampu dimanfaatkan untuk melaju mulus sepanjang Rabu (14/3) ini. Menurut Index pukul 15.54 WIB, Garuda berhasil menyelesaikan dengan penguatan sebesar 18 poin atau 0,13% ke level Rp13.734 per AS.

Sebelumnya, rupiah sudah ditutup naik 13 poin atau 0,09% di posisi Rp13.752 per dolar AS pada akhir perdagangan Selasa (12/3) kemarin. Tren positif mata uang NKRI berlanjut tadi pagi dengan dibuka menguat tipis 3 poin atau 0,02% ke level Rp13.749 per dolar AS. Sepanjang transaksi hari, spot mampu mempertahankan posisi di area hijau, mulai awal hingga akhir dagang.

Dari pasar global, indeks dolar AS bergerak lebih rendah terhadap yen Jepang dan mata uang utama lainnya di hari Rabu, setelah Presiden AS, Donald Trump, memecat Menteri Luar Negeri Rex Tillerson secara mendadak. Mata uang Paman Sam tersebut melemah 0,052 poin atau 0,06% menuju level 89,612 pada pukul 11.22 WIB.

Seperti dikabarkan Reuters, Donald Trump memecat Tillerson pada hari Selasa waktu setempat setelah serangkaian keresahan perihal kebijakan mengenai Korea Utara, Rusia, dan Iran. Dalam akun Twitter resminya, Trump mengungkapkan bahwa posisi Tillerson akan diisi oleh Direktur CIA, Mike Pompeo, sedangkan posisi yang ditinggalkan Pompeo akan diisi Gina Haspel.

“Penggantian jabatan itu sebenarnya tidak terlalu memengaruhi investor dan hanya berdampak negatif untuk jangka pendek,” tutur founding partner Cresset Wealth, Jack Ablin. “Namun, hal itu semakin menegaskan bahwa ada gejolak yang terjadi di internal pemerintahan Trump setelah Gary Cohn memilih mundur dari jabatannya sebagai penasihat Gedung Putih.”

Daya tarik greenback semakin berkurang setelah data inflasi AS yang dirilis Rabu pagi WIB sesuai dengan perkiraan. Data AS menunjukkan bahwa inflasi pada bulan Februari tercatat sebesar 0,2%. Indeks untuk semua item dikurangi makanan dan energi meningkat 0,2% pada Februari, dan naik 1,8% selama 12 bulan terakhir.

Sementara itu, Indonesia siang tadi menetapkan tengah berada di posisi Rp13.739 per dolar AS, menguat 18 poin atau 0,13% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.757 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia perkasa versus greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,22% dialami yuan China.

Loading...