Pemangkasan BI Rate Direspon Positif, Rupiah Tutup Akhir Pekan di Zona Hijau

Pemangkasan BI rate yang direspon sudah cukup membuat perkasa pada penutupan perdagangan akhir pekan ini (17/6). Menurut Index pada pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda mengakhiri perdagangan dengan penguatan sebesar 36 poin atau 0,27% ke level Rp13.339 per dolar AS.

Penguatan rupiah sudah terjadi sejak awal perdagangan dengan dibuka naik 17 poin atau 0,13% di posisi Rp13.358 per dolar AS. Mata uang Garuda masih bertahan di zona hijau dengan menguat 20 poin atau 0,15% ke level Rp13.355 per dolar AS pada pukul 10.24 WIB saat indeks dolar AS melemah 0,16% ke 94,42. Jelang penutupan, rupiah kembali naik 18 poin atau 0,13% ke Rp13.357 per dolar AS.

Menurut pengamat pasar uang Bank Himpunan Saudara, Rully Nova, sentimen dari dalam negeri cukup mendominasi kurs mata uang rupiah terhadap dolar AS. “Surplus Mei serta pemangkasan BI rate membuat mata uang Garuda kembali mengalami penguatan,” kata Rully.

Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang berlangsung pada 15-16 Juni kemarin memang sudah memutuskan menurunkan acuan atau BI rate sebesar 25 basis poin menjadi 6,5%. Bank Indonesia juga memutuskan BI 7-day (Reverse) Repo Rate turun 25 basis poin dari 5,50% menjadi 5,25% sejalan dengan rencana re-formulasi kebijakan .

Senada, Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta, juga mengatakan bahwa penguatan nilai tukar rupiah dipicu optimisme pelaku pasar terhadap kebijakan Bank Indonesia yang memangkas suku bunga acuan. “Kebijakan Bank Indonesia yang disertai dengan peluncuran makro-prudensial menyokong pergerakan rupiah,” katanya.

Sementara dari eksternal, meredanya kekhawatiran Brexit membuat mentah kembali naik. minyak jenis WTI untuk kontrak Juli menguat 0,37 poin atau 0,80% ke 46,58 dolar AS per barel pada pukul 11.46 WIB usai dibuka melemah di posisi 45,99 dolar AS per barel. Di saat yang sama, minyak jenis Brent juga naik signifikan 0,52 poin atau 1,10% ke level 47,71 dolar AS per barel.

Loading...