Peluang Bisnis Roasting Kopi Raih Omzet Ratusan Juta Rupiah

Biji kopiBiji kopi

Industri kopi memang berkembang pesat. Minum kopi saat ini sudah jadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Sebagai penghasil biji kopi terbesar keempat di dunia, tak heran punya potensi besar untuk bisnis kopi. Banyak peluang usaha yang muncul dari kopi. Walaupun begitu, ternyata ada satu peluang yang tampaknya belum dilirik banyak orang, yakni kopi.

Berbicara mengenai kopi, tentu saja erat kaitannya dengan proses roasting. Roasting kopi adalah proses pemanggangan biji kopi mentah. Ada tiga tingkat kematangan, yaitu light, medium, dan dark roast. Proses ini berfungsi membentuk rasa asli dari biji kopi. Biji yang tidak di-roasting terlebih dahulu akan memiliki rasa yang sangat pahit saat diseduh.

Konsumsi kopi di Indonesia terus meningkat. Pada 2018, misalnya, data Pusat Data dan Sistem Informasi Kementerian Pertanian menunjukkan, konsumsi kopi nasional mencapai sekitar 314.000 ton atau tumbuh 13,83% dibandingkan tahun 2017. Tidak menutup kemungkinan pada akhir tahun 2019, persentase tersebut akan terus bertambah.

Perkembangan ini merambah ke dunia usaha. Tengok saja, kafe atau kedai kopi bertebaran di sejumlah sudut kota. Selain menyuguhkan suasana yang unik, menarik dan nyaman, mereka juga punya racikan kopi andalan.

Untuk menonjolkan keunikan rasa, tentu saja biji kopi harus melewati proses pemanggangan (roasting). Fungsi dari proses pemanggangan adalah untuk memunculkan rasa asli dari biji kopinya agar rasanya lebih nikmat. Semakin tinggi suhu dan semakin lama waktu roasting kopinya, biji akan semakin gosong. Jika semakin gosong, karakter asli dan aroma khas roasting-nya akan semakin kuat.

Jika Anda penasaran dan ingin mencoba di rumah, kini ada alat roasting kopi dengan yang bisa dioperasikan baik secara manual maupun otomatis. Sudah ada beberapa pemain lokal yang memproduksi tersebut. Setidaknya ada tiga merek roaster lokal yang saat ini beredar di . Ketiga merek itu ialah Froco, Uncle John, dan Feike.

Tiga merek itu menyasar pangsa pasar yang berbeda pula. Ambil contoh merek Froco dan Uncle John yang biasanya digunakan untuk menyangrai kopi dalam skala industrial. Sementara yang terakhir, Feike, menargetkan pasar menengah ke bawah. Produk roaster bermerek Feike ini dipasarkan dengan yang terjangkau.

Mesin roasting kopi (sumber: crukafe.com)

Mesin roasting kopi (sumber: crukafe.com)

Pemilik merek Feike, William Eddison, memang ingin mengisi kekosongan pada pasar roaster kopi. William mengatakan, kebanyakan produsen roaster menargetkan pasar kelas menengah ke atas, terutama untuk produk impor. Harga yang ditawarkan pun gila-gilaan, bisa mencapai miliaran rupiah untuk kapasitas puluhan kilogram. “Saya sengaja bikin dengan harga terjangkau supaya atau pelaku usaha kecil dan menengah bisa beli,” ujarnya dilansir dari Kontan.

William mulai memproduksi mesin sangrai kopi sejak 2011. Hingga sekarang, ratusan mesin sudah berhasil ia jual. Bahkan, menurut pria kelahiran Bagansiapiapi, Riau, ini, pertumbuhan bisnisnya bisa mencapai 100% per tahun. Saat ini ia memproduksi mesin dengan kapasitas 1 kg, 3 kg, 6 kg, dan 12 kg. Mesin berkapasitas 1 kilogram dibanderol dengan harga paling murah, yakni Rp9,5 juta – Rp16 juta/unit. Sementara yang paling mahal dibanderol Rp125 juta/unit. “Harga jual itu hanya sepertiga dibandingkan harga produk impor dengan yang hampir sama,” klaimnya. Menurut William, beberapa tahun belakangan, masyarakat Indonesia terbuka terhadap produk lokal, termasuk untuk mesin sangrai. Maklum, dari segi , ia bilang, banyak roaster yang sudah bisa bersaing dengan buatan luar negeri.

Berdasarkan pengalaman William, peluang bagi pemain lokal untuk mengembangkan produk ini terbuka lebar. Selain petani dan pelaku UMKM, banyak pemilik kafe kopi di daerah yang menggunakan mesin buatannya. Saban bulan, William bisa menjual 10 unit mesin sangrai. Dari bisnis ini, ia bisa meraup omzet di atas Rp100 juta/bulan. Adapun laba bersihnya sebesar 30%.

Rahasia pria yang berusia 31 tahun ini terletak pada teknik dan strategi pemasaran. Pada awal membangun bisnisnya, ia berusaha bersaing dengan merek luar negeri dengan cara menekan harga seminimal mungkin untuk merajai pasar. Setelah mendapatkan kepercayaan konsumen, ia mulai menaikkan harga produknya perlahan-lahan dibarengi dengan inovasi terbaru.

Dengan alat roasting kopi, membuat bubuk kopi menjadi lebih mudah. Hasil biji kopi yang sudah di-roasting bisa dipasok ke gerai minuman kopi. Lalu memasarkan biji kopi dengan kemasan dan merek Anda sendiri. Apakah Anda tertarik untuk terjun ke bisnis ini?

Loading...