Pelemahan Yen dan Euro Angkat Dolar, Rupiah Ditutup Melemah

harus menutup perdagangan hari ini (20/2) di zona merah setelah AS berhasil memanfaatkan pelemahan yang dialami utama lainnya, seperti yen Jepang dan euro. Menurut Bloomberg Index pukul 15.59 WIB, mata uang NKRI mengakhiri dengan penurunan sebesar 55 poin atau 0,41% ke level Rp13.615 per AS.

Sebelumnya, rupiah sudah ditutup melemah 36 poin atau 0,27% di posisi Rp13.560 per dolar AS pada perdagangan awal pekan (19/2) kemarin. Mata uang Garuda bergerak stagnan ketika membuka transaksi pagi tadi. Selanjutnya, spot praktis harus bergerak di zona merah, mulai awal, pertengahan, hingga akhir dagang.

Sementara itu, Indonesia siang tadi menetapkan tengah berada di posisi Rp13.573 per dolar AS, terdepresiasi 32 poin atau 0,23% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.541 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia tidak berdaya versus , dengan pelemahan terdalam sebesar 0,33% menghampiri rupee India.

Dari , seperti dilansir Reuters, indeks dolar AS bergerak lebih tinggi terhadap sekeranjang mata uang utama pada hari Selasa, meski tetap dibayangi kekhawatiran mengenai defisit fiskal Paman Sam yang membengkak. Mata uang tersebut menguat 0,275 poin atau 0,31% ke level 89,375 pada pukul 10.35 WIB, setelah sebelumnya ditutup stagnan di posisi 89,100.

Dalam beberapa bulan terakhir, dolar telah melemah, dengan dorongan positif dari kenaikan suku bunga The Fed yang diimbangi oleh rentetan faktor bearish. Menurunnya kinerja greenback awalnya dipengaruhi pandangan bahwa sejumlah bank sentral akan mengikuti pengetatan kebijakan moneter The Fed, yang disusul komentar Menteri Keuangan AS, dan baru-baru ini kekhawatiran mengenai defisit anggaran AS yang bisa menggelembung lebih dari 1 triliun dolar AS pada tahun 2019.

Namun, pada hari ini, mata uang tersebut mampu menguat, ditopang pelemahan yang dialami sejumlah mata uang utama lainnya. Yen Jepang melanjutkan pelemahan sebesar 0,21 poin atau 0,20% menuju level 106,80 per dolar AS, setelah sebelumnya ditutup turun di posisi 106,59 per dolar AS. Sementara, euro juga anjlok 0,20% ke level 1,2382 dolar AS pada pukul 10.45 WIB.

“Dolar AS terus turun, tetapi dengan perubahan sentimen. Saat ini, pengurangan pembelian obligasi Fed dan defisit fiskal AS yang melonjak sedang menjadi fokus utama,” tutur kepala strategi di Sumitomo Mitsui Bank, Daisuke Uno. “Itu berarti imbal hasil jangka panjang AS akan tetap tinggi, sedangkan greenback akan tetap murah.”

Loading...