Pelemahan Saham Global Katrol Dolar, Rupiah Ditutup Merah

www.liputan6.com

masih belum bisa melepaskan posisi dari zona merah pada Selasa (6/2) ini karena beralih ke mata uang Paman Sam usai pelemahan yang dialami . Menurut Index pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda harus menutup transaksi dengan pelemahan sebesar 20 poin atau 0,15% ke level Rp13.540 per dolar AS.

Sebelumnya, rupiah sudah berakhir anjlok 68 poin atau 0,51% di posisi Rp13.520 per dolar AS pada tutup dagang Senin (5/2) kemarin. Tren negatif mata uang NKRI berlanjut pagi tadi dengan dibuka melemah 50 poin atau 0,37% ke level Rp13.570 per dolar AS. Sepanjang transaksi hari ini, spot praktis tidak kuasa lepas dari teritori merah, mulai awal hingga akhir dagang.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan berada di posisi Rp13.578 per dolar AS, terdepresiasi 80 poin atau 0,59% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.498 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang tidak berdaya versus , dengan pelemahan terdalam sebesar 0,67% menghampiri won Korea Selatan.

Dari global, indeks dolar AS terpantau bergerak menguat pada hari Selasa akibat pelemahan yang dialami saham global, sehingga mendorong investor untuk mengurangi exposure aset berisiko dan memburu greenback karena relatif lebih aman. Mata uang Paman Sam tersebut naik tipis 0,070 poin atau 0,08% ke posisi 89,624 pada pukul 11.19 WIB.

Seperti dilaporkan Reuters, indeks dolar AS mempertahankan penguatan terhadap sejumlah mata uang utama dunia, meski masih tidak berdaya melawan yen Jepang yang kerap menjadi aset safe haven selama penghindaran atas aset berisiko. Penghindaran aset berisiko oleh investor memicu penurunan imbal hasil obligasi AS sehingga greenback pun tidak berdaya di hadapan mata uang Negeri Sakura.

“Penghindaran risiko oleh investor memicu penurunan imbal hasil obligasi AS, yang menyebabkan jatuhnya greenback terhadap yen,” ujar ahli strategi FX untuk Bank of Singapore, Sim Moh Siong. “Saya memprediksi pergerakan dolar AS terhadap yen akan menuju level 107 sampai 108, yang juga bisa bergerak ke posisi 104 jika terjadi aksi jual lebih lanjut.”

Loading...