Pelemahan Dolar Berlanjut, Rupiah Naik Tipis di Awal Dagang

Indeks dolar yang masih dalam tren penurunan membawa angin segar bagi rupiah pada awal perdagangan Selasa (31/1) ini. Seperti dilaporkan Index, rupiah mengawali perdagangan hari ini dengan naik tipis 9 poin atau 0,07% ke Rp13.340 per dolar . Kemudian, pada pukul 08.24 WIB, spot kembali 5 poin atau 0,04% ke Rp13.344 per dolar AS.

“Indeks dolar AS terus hingga perdagangan semalam, selain merespons angka pertumbuhan ekonomi AS yang buruk, juga akibat kekhawatiran terhadap kebijakan Donald Trump yang melarang masuk penduduk dari 7 negara Muslim,” ujar Ekonom Samuel Sekuritas , Rangga Cipta. “ saham juga melemah merespons hal tersebut sehingga mendorong perpindahan dana ke US Treasury yang imbal hasilnya terus turun.”

Ditambahkan Rangga, oleh karena itu, rupiah berpeluang kembali menguat pada perdagangan hari ini. “Meski demikian, sambil menunggu data inflasi dalam negeri yang diumumkan esok, situasi politik menjelang Pemilihan Gubernur DKI Jakarta menjaga ketidakpastian di pasar keuangan tetap tinggi,” sambung Rangga.

“Saat ini, fokus pasar mulai beralih ke FOMC meeting yang akan dimulai nanti malam waktu AS dan disimpulkan Kamis (2/1) dini hari WIB,” tambah Rangga. “Peluang kenaikan suku bunga The Fed lanjutan saat ini masih sangat rendah.”

Senada, Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, mengatakan bahwa penguatan rupiah ditopang oleh eksternal, di antaranya penurunan angka pertumbuhan ekonomi AS yang membuat indeks dolar AS anjlok dan kurs uang di Asia bergerak menguat. “Hari ini, uang Garuda kemungkinan bergerak di kisaran Rp13.300 hingga Rp13.400 per dolar AS,” kata Josua.

Pada perdagangan Senin (30/1) kemarin, mata uang domestik mampu ditutup menguat tipis 11 poin atau 0,08% ke posisi Rp13.349 per dolar AS. Sementara itu, menetapkan kurs tengah berada di level Rp13.335 per dolar AS atau naik 0,18% dibandingkan perdagangan akhir pekan lalu.

Loading...