Pelarian Modal Mengancam Negara-Negara di Kawasan Asia

Singapura – Kemenangan mengejutkan dalam pilpres AS yang berjanji akan melakukan pemotongan pajak besar lewat kampanyenya telah berhasil mengangkat AS dan membuat mata uang di Asia merosot tajam serta menimbulkan kekhawatiran akan adanya pelarian modal.

Walaupun dan negara-negara Asia lainnya telah mengambil langkah untuk melindungi mata uang mereka, kekhawatiran tetap saja tidak bisa hilang. Beberapa pengamat pasar valuta asing cukup optimis. Chang Junhung, Direktur Riset Makroekonomi Asean+3 mengungkapkan bahwa tak mungkin akan terulang krisis seperti akhir tahun 1990-an, karena yang cukup besar di sebagian Asia.

Menurut Mizuho Research Institute Jepang, negara-negara Asia selain mempunyai cadangan devisa yang cukup untuk menutupi impor setara 3 bulan. Hingga akhir Oktober, China memiliki cadangan devisa terbesar, cukup untuk membiayai impor 23 bulan. Singapura, Filipina, India, dan Thailand mampu menutup impor lebih dari 10 bulan. Rasio sedang meningkat karena harga minyak mentah yang murah telah mengurangi tagihan impor.

Malaysia yang baru ini melakukan putaran beli ringgit memiliki cadangan devisa yang senilai lebih dari 7 bulan impor. Vietnam adalah satu-satunya negara yang memiliki devisa senilai kurang dari 3 bulan impor.

Sedangkan rasio cadangan devisa untuk utang luar negeri jangka pendek mengalami sedikit penurunan. Malaysia memiliki rasio 1,2 dengan tingkat hampir sama dengan mata uang asing dan utang luar negeri jangka pendek. Cadangan devisa negara untuk November turun 2% dari level 15 November setelah intervensi pasar valuta asing.

Rasio Singapura juga sama rendah. Namun beberapa pengamat pasar mengatakan utang Singapura tampak lebih besar karena sering menempatkan uang mereka ke dalam asing menggunakan dana yang dihasilkan di luar negeri.

Sejak krisis keuangan Asia 1997, para di Asia telah berupaya untuk meningkatkan cadangan devisa dengan menciptakan skema pertukaran mata uang dan memperdalam pasar obligasi domestik untuk menjaga dana di wilayah Asia.

Loading...