Pelaku Pasar sedang wait and see, Rupiah Mengekor Euro yang Melemah

Jakarta – Rupiah kembali di pembukaan Selasa pagi (26/1). Garuda ini 48 poin dari posisi penutupan di perdagangan hari sebelumnya, sebagaimana ditampilkan oleh Indeks Dolar . Rupiah pun tercatat mendarat pada level Rp 13.911 pada pukul 08.00 WIB.

Sejak mengawali perdagangan pekan ini pada hari Senin pagi, Rupiah tampak bergerak lesu. Tak hanya Rupiah, sejumlah mata uang juga turut melemah terhadap Dolar AS, diantaranya Baht Thailand (-0,04%), (-0,08%), dan Filipina (-0,69%). Hal ini tampaknya bisa dimaklumi karena pelaku pasar sedang dalam masa wait and see jelang (ECB), Mario Draghi.

Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia menyatakan, fokus para pelaku pasar kini tertuju pada Euro. Nasib mata uang yang diketahui sempat melemah 0,22% tersebut tampaknya akan sangat terpengaruh pada stimulus ECB yang rencananya akan direalisasikan pada bulan Maret 2016 mendatang.

“Jika stimulus tambahan tersebut nantinya diberikan, maka jumlah uang beredar Euro semakin banyak dan nilai mata uang Euro semakin menurun. Dampak inilah yang masih diperhatikan para investor,” terang Reza dalam hasil risetnya, pagi ini (26/1).

Selain itu, rencana Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga secara bertahap di tahun ini semakin membuat Dolar AS perkasa terhadap Euro. Maka tak menutup kemungkinan, Dolar AS juga akan menguat terhadap mata uang negara-negara lainnya, termasuk Rupiah.

“Minimnya sentimen Rupiah terhadap laju Dolar AS yang sedang dalam masa koreksi, membuat Rupiah terkena dampak daripada pelemahan Euro meski pelemahan Rupiah terbilang tipis,” ujar Reza.

Loading...