Pegerakan Rupiah Minggu Ini diprediksi masih berada di kisaran 12.800-12.900

data-statistik-keuanganPosisi Rupiah terhadap diperkirakan masih bergerak terbatas dan bergerak pada minggu depan. Tim Riset dari PT Investa Saran Mandiri mengatakan bahwa dalam 2 minggu terakhir pergerakan Rupiah masih terpantau, Rupiah cenderung menguat dan jikalau pergerakannya terbatas. Level resistansi Rupiah bergerak pada rentang terendah Rp 13.000 hingga Rp 13.185 dan berada pada rentang terkuat Rp 12.800 hingga Rp 12.880.

Hal senada dikemukakan oleh Rully Nova, pengamat uang dari Himpunan Bank Saudara yang memproyeksikan Rupiah pada minggu selanjutnya masih akan terkoreksi karena tingginya volatilitas. “Rupiah seminggu ke depan (diperkirakan) akan berada pada kisaran Rp 12.800 – Rp 12.900 perDolar Amerika Serikat. Sampai 7 hari ke depan (Rupiah diperkirakan) akan bolak balik di angka itu karena volatilitasnya masih tinggi,” ujar Rully ketika dihubungi oleh awak media kemarin (2/5). Faktor eksternal yang dinilai sangat akan berpengaruh terhadap pergerakan Rupiah adalah keputusan penaikan acuan oleh . “Ketidakpastian kenaikan suku bunga (Fed Rate) juga berpengaruh mengakibatkan negara lain ikutan melemah,” tambah Rully.

Pertumbuhan perekonomian Indonesia diharapkan hasilnya akan membaik sehingga dapat mendongkrak posisi Rupiah. Rully meyakini bahwa pertumbuhan Indonesia pada kuartal pertama tahun ini masih berada di kisaran 5% hingga 5,1%. “Kalau itu (pertumbuhan Indonesia) hasilnya membaik, akan lebih kuat lagi rupiahnya. Saya optimistis pertumbuhan bisa tembus ke angka 5%,” kata Rully.

Loading...