PDB Indonesia Sesuai Ekspektasi, Rupiah Berakhir Menguat 23 Poin

Data produk domestik bruto () Indonesia yang diumumkan sesuai dengan ekspektasi menjadi katalis utama bagi untuk terus melaju pada perdagangan awal pekan (6/2) ini. Seperti dilaporkan Index pukul 15.59 WIB, Garuda mampu menutup perdagangan hari ini dengan penguatan sebesar 23 poin atau 0,17% ke level Rp13.320 per dolar AS.

Rupiah mengawali sesi hari ini dengan naik tipis 5 poin atau 0,04% ke posisi Rp13.338 per dolar AS. Istirahat siang, mata uang Garuda melanjutkan tren positif usai menguat 20 poin atau 0,15% ke Rp13.323 per dolar AS. Jelang penutupan atau pukul 15.35 WIB, spot masih bertahan di zona hijau setelah kembali melonjak 25 poin atau 0,19% ke level Rp13.318 per dolar AS.

Siang tadi, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan ekonomi Indonesia di kuartal keempat 2016 sebesar 4,94% year-on-year. Sementara, PDB dalam negeri sepanjang tahun lalu mencapai 5,02%, atau lebih tinggi dibandingkan tahun 2015 yang sebesar 4,88%. PDB nasional Indonesia tercatat sebesar Rp12.406,8 triliun, dengan PDB per kapita Rp47,96 juta.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal IV 2016 lebih didorong oleh sektor industri pengolahan yang menyumbang 0,92% pertumbuhan,” jelas Kepala BPS, Suhariyanto. “Sementara, dilihat dari sisi pengeluaran, sumber pertumbuhan ekonomi dalam negeri ditopang oleh konsumsi rumah tangga, yakni sebesar 2,72%.”

Ditambahkan Suhariyanto, angka pertumbuhan ekonomi tahun 2016 ini tergolong sesuai dengan ekspektasi, terutama jika melihat kondisi ekonomi dunia yang memang sedang tertekan. “Selain itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia sejalan dengan pertumbuhan ekonomi mitra dagang yang juga sedikit meningkat,” sambungnya.

“Seluruh lapangan usaha di tahun 2016 menunjukkan pertumbuhan yang positif di semua kategori ekonomi,” imbuh Suhariyanto. “Pertumbuhan tertinggi terjadi di sektor jasa dan asuransi sebesar 8,90%, informasi dan komunikasi sebesar 8,87%, dan jasa lainnya yang tumbuh sebesar 7,80%.”

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi mematok tengah berada di level Rp13.329 per dolar AS, naik 33 poin atau 0,24% dibandingkan posisi Rp13.362 pada akhir pekan lalu. Di saat yang sama, mayoritas mata uang Asia menguat terhadap dolar AS, dengan penguatan paling tajam menghampiri sebesar 0,97%, disusul dolar Taiwan sebesar 0,35% dan peso Filipina sebesar 0,22%.

Loading...