PDB Indonesia Positif, Kurs Rupiah Malah Tembus Rp14.000/USD

Rupiah dan Dolar - sindonews.comRupiah dan Dolar - sindonews.com

Meski domestik bruto () Indonesia sepanjang kuartal pertama 2018 dilaporkan tumbuh positif, namun gagal memanfaatkan momentum tersebut untuk bergerak menguat. Berdasarkan catatan Index pukul 15.59 WIB, mata uang NKRI malah mengakhiri Senin (7/5) ini dengan pelemahan sebesar 56 poin atau 0,40% ke level Rp14.001 per .

Sebelumnya, rupiah sudah ditutup terdepresiasi 6 poin atau 0,04% di posisi Rp13.945 per pada akhir pekan (4/5) kemarin. Tren negatif mata uang Garuda berlanjut pagi tadi, dengan dibuka 4 poin atau 0,03% ke level Rp13.949 per dolar AS. Sepanjang hari ini, spot praktis tidak memiliki otot untuk naik ke area hijau.

Siang tadi, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa produk domestik bruto (PDB) Indonesia sepanjang kuartal pertama 2018 tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 5,06%. Posisi ini lebih tinggi dibandingkan laju ekonomi pada periode yang sama tahun lalu, yaitu sebesar 5,01%, juga lebih tinggi dari kuartal pertama 2016 yang tercatat 4,84%.

“Pertumbuhan ekonomi tersebut didorong oleh hampir semua sektor,” jelas Kepala BPS, Suhariyanto, dalam siaran pers hari ini. “Pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor informasi dan komunikasi yang tumbuh sebesar 8,69% dibandingkan kuartal pertama 2017, disusul transportasi dan pergudangan yang tumbuh sebesar 8,59%, dan jasa lainnya sebesar 8,42%.”

Sayangnya, data ekonomi dalam negeri yang cukup baik ini gagal dimanfaatkan oleh rupiah untuk bergerak menguat. Padahal, dari global, indeks dolar AS juga terpantau melemah setelah data tenaga kerja dan upah Paman Sam tidak banyak memengaruhi persepsi kekuatan ekonomi terbesar di dunia. Pada pukul 08.33 WIB, greenback turun tipis 0,088 poin atau 0,01% ke level 92,478.

Dilansir dari Reuters, data nonfarm payroll AS yang dirilis akhir pekan kemarin menunjukkan jumlah lapangan kerja baru tumbuh sedikit lebih rendah dari konsensus, sedangkan penghasilan per jam rata-rata naik kurang dari perkiraan sebesar 0,1% pada bulan April. Sementara itu, tingkat pengangguran turun sebesar 3,9%, mendekati level terendah dalam 17,5 tahun terakhir.

Loading...