PDB Indonesia Cuma 5,07%, Rupiah Ditutup Anjlok 68 Poin

Rupiah Melemah - Aktual.com

Laporan PDB domestik sepanjang tahun 2017 yang berada di bawah target membuat rupiah tidak mampu keluar dari teritori negatif sepanjang perdagangan Senin (5/2) ini. Menurut catatan Bloomberg Index pukul 15.59 WIB, NKRI bahkan harus mengakhiri transaksi dengan pelemahan sebesar 68 poin atau 0,51% ke level Rp13.520 per .

Sebelumnya, rupiah sudah ditutup turun 28 poin atau 0,21% di posisi Rp13.452 per dolar AS pada akhir pekan (2/2) kemarin. Tren negatif mata uang Garuda berlanjut pagi tadi dengan dibuka melemah 38 poin atau 0,28% ke level Rp13.490 per dolar AS. Sepanjang transaksi hari ini, spot praktis tidak mampu keluar dari zona merah, mulai awal hingga akhir dagang.

Siang tadi, Badan Pusat Statistik () melaporkan bahwa Indonesia pada kuartal keempat 2017 kemarin tumbuh sebesar 5,19%. Dengan pencapaian ini, maka secara kumulatif, pertumbuhan atau (PDB) Tanah Air sepanjang 2017 lalu tercatat sebesar 5,07% atau masih di bawah target yang sebesar 5,2%.

“Konsumsi rumah tangga masih menopang PDB dengan porsi sebesar 58,13%, sehingga sedikit saja pengaruh konsumsi rumah tangga, maka dampaknya akan besar,” jelas Kepala BPS, Suhariyanto, seperti dikutip Bisnis. “Selain konsumsi, investasi atau Pembentukan Tetap Bruto (PMTB) dan juga menunjang PDB Indonesia dengan porsi masing-masing 32,16% dan 20,37%.”

Berdasarkan lapangan usaha, BPS mencatat sumber pertumbuhan ekonomi sepanjang 2017 berasal dari pengolahan dengan porsi 0,91% dan sektor konstruksi yang sebesar 0,67%. Intinya, kata Suhariyanto, sumber pertumbuhan selama tiga tahun terakhir tidak bergerak. “Diharapkan ada upaya untuk mendorong pertumbuhan pengolahan karena berpengaruh signifikan terhadap PDB dan penciptaan lapangan kerja,” sambung Suhariyanto.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan tengah berada di posisi Rp13.498 per dolar AS, terdepresiasi 70 poin atau 0,52% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.428 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mata uang bergerak mixed versus greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,31% dialami peso Filipina dan pelemahan terdalam sebesar 0,92% menghampiri won Korea Selatan.

Loading...