PDB AS Naik, Pelemahan Kurs Ringgit Berlanjut di Sesi Siang

KUALA LUMPUR – Ringgit belum bisa keluar dari tekanan AS pada perdagangan Jumat (31/3) siang ini. Menurut Index pada pukul 13.58 WIB, Malaysia tersebut harus  sebesar 0,0070 poin atau 0,16% ke level 4.4275 per dolar AS. Sebelumnya, pada perdagangan pagi hari pukul 09.23 waktu setempat, ringgit berada di posisi 4.4420 per dolar AS.

Ringgit, bersama dengan mayoritas mata uang lainnya, saat ini memang cenderung tertekan karena indeks dolar AS kembali meraih momentum penguatan usai pertumbuhan ekonomi Paman Sam diumumkan naik di atas perkiraan. Pada penutupan perdagangan kemarin, the mampu menguat 0,41% ke level 100,410, sekaligus naik ke posisi tertinggi dalam dua minggu .

Seperti diketahui, pertumbuhan ekonomi AS kuartal IV 2016 naik 2,1%, atau berada di atas prediksi ekonom sebesar 2%. Sementara itu, konsumsi pribadi melonjak 3,5% setelah bertambah 3% pada kuartal sebelumnya. Selain itu, keuntungan perusahaan di AS juga melambung 9,3% dari tahun lalu, sekaligus menjadi yang terbesar sejak tahun 2012.

“Saat ini, nilai ringgit di posisi 4.42 diuji lagi, dan secara teknis unit lokal berada dalam posisi overbought,” ujar lokal. “Di akhir bulan, komersial dari eksportir diharapkan mendukung ringgit agar tidak mengalami pelemahan lebih lanjut.”

Meski melemah terhadap dolar AS, namun nilai tukar ringgit terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya justru diperdagangkan hampir lebih tinggi. Menurut dealer lokal, ringgit menguat terhadap euro ke level 4.7236 dari sebelumnya di posisi 4.7442 pada hari Kamis. Selain itu, mata uang Negeri Jiran ini juga perkasa versus dolar Singapura di posisi 3.1629 dibandingkan level 3.1677 pada perdagangan kemarin.

Loading...