PDB AS Naik Melebihi Prediksi, Rupiah Melempem di Akhir Maret

tidak mampu bergerak dari zona merah sepanjang akhir pekan (31/3) ini usai indeks AS terus bergerak menguat, imbas PDB Paman Sam yang diumumkan naik melebihi prediksi pasar. Menurut laporan Bloomberg Index pukul 15.56 WIB, Garuda menutup dengan pelemahan sebesar 6 poin atau 0,05% ke level Rp13.322 per dolar AS.

Rupiah sudah melempem sejak awal dagang dengan dibuka 9 poin atau 0,07% ke posisi Rp13.325 per dolar AS. Kemudian, pada pukul 11.30 WIB, mata uang Garuda kembali terdepresiasi 11 poin atau 0,08% ke level Rp13.327 per dolar AS. Jelang penutupan atau pukul 15.32 WIB, spot masih tertahan di zona merah usai melemah 4 poin atau 0,03% ke posisi Rp13.320 per dolar AS.

Kamis (30/3) sore waktu setempat, Departemen Perdagangan AS mengumumkan domestik bruto (PDB) Paman Sam meningkat secara tahunan sebesar 2,1% di kuartal keempat 2016, sekaligus melebihi konsensus pasar sebesar 2,0%. Angka ini juga lebih tinggi dibandingkan angka PDB revisi sebelumnya yang sebesar 1,9%.

Sementara itu, dalam pekan yang berakhir 25 Maret, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan angka pendahuluan untuk klaim awal yang disesuaikan secara musiman mencapai 258.000, turun 3.000 dari tingkat sebelum direvisi pekan sebelumnya di 261.000. Data yang secara keseluruhan positif ini mendorong menguat 0,37% menjadi 100,370 pada akhir dagang kemarin.

Di samping itu, tingkat konsumen AS pada kuartal keempat juga diumumkan melesat 3,5%, jauh lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya di angka 3%. “Indeks dolar AS kembali menguat, didorong dampak Brexit yang tersisa dan revisi pertumbuhan PDB AS yang naik melebihi perkiraan,” ujar Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi mematok kurs tengah berada di level Rp13.321 per dolar AS, terdepresiasi tipis 5 poin atau 0,04% dibandingkan perdagangan kemarin di posisi Rp13.316 per dolar AS. Di saat yang sama, kurs mata uang ASEAN bervariasi terhadap dolar AS, dengan penguatan dialami dolar , serta pelemahan dialami ringgit Malaysia dan peso Filipina.

Loading...