Pasokan Makin Langka, Harga Nikel Naik 20% Dari Awal Tahun

Tokyo – Persediaan nikel terus menyusut sementara permintaan semakin meningkat. Hal inilah yang menyebabkan harga logam terus terpantau . Berdasar data gudang dari London Metal Exchange menunjukkan bahwa persediaan nikel jatuh ke level terendah dalam periode 2 tahun dari 363.216 ton pada Jumat, turun 17% dari sejak awal tahun.

Di pasar , persediaan nikel melonjak lebih dari 2 kali lipat pada tahun 2016 sebanyak 111.700 ton. Namun saat angka tersebut dikombinasikan dengan data LME, volume yang dihasilkan ternyata 3% lebih rendah dari awal tahun ini.

Nikel berjangka 3 bulan di LME diperdagangkan di atas $ 10.400 per ton pada Senin malam waktu Jepang, naik hampir 20% dari awal tahun.

Penurunan produksi bijih nikel di Filipina yang biasa menyumbang sekitar 20% dari pasokan di seluruh telah mendorong penarikan persediaan. Atas laporan dari warga sekitar pertambangan membuat Rodrigo Duarte memerintahkan pemeriksaan sekitar 40 tambang nikel dan berakhir pada suspensi sekitar 8 pertambangan.

Sedangkan permintaan stainless steel tetap di China untuk penggunaan rumah di Shanghai, Shenzen, dan kota-kota besar yang lain. Hal ini turut mendorong tingginya nikel sebagai bahan logam untuk produksi stainless steel.

Menurut Nickel Study Group International, permintaan logam melebihi pasokan sebesar 5.200 ton di seluruh dunia pada Juli. Prospek kekurangan pasokan jangka panjang telah membuat spekulan tertarik beralih ke pasar nikel.

Naiknya harga nikel kemungkinan akan membuat harga stainless steel di pasar kelak menjadi lebih tinggi. Namun, data LME mencatatkan jika persediaan masih 3 kali lebih tinggi daripada 4 tahun lalu bahkan dengan penurunan pasokan belum lama ini. Indonesia berencana untuk melarang ekspor bijih logam yang belum diproses.

“Beberapa tambang nikel menganggur dan peleburan logam mungkin akan kembali beroperasi untuk menanggapi kenaikan harga,” ujar Yoshikazu Watanabe, Presiden Tsukushi Shigen Konsul.

Loading...