Pasokan Berkurang, Harga Pisang Kepok Melangit

Pisang Kepok - bontang.prokal.coPisang Kepok - bontang.prokal.co

pisang kepok melonjak seiring dengan meningkatnya terhadap buah satu ini. “Kami merasa kewalahan melonjaknya pisang hingga empat dari sebelumnya dua kuintal per hari,” kata Armadi (50) seorang pisang di Jalan Lingkar Selatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.

Permintaan pisang di Kabupaten tersebut mengalami peningkatan selama bulan ini menjadi tiga kali lipat, dari 500 kg menjadi 1.500kg.

Apalagi di bulan Ramadhan seperti sekarang, buah pisang seperti menjadi utama dalam membuat kolak. Selain itu, pisang juga dijadikan bahan untuk membuat makanan lain seperti roti, pisang goreng, sale pisang dan kripik.

Melonjaknya permintaan pisang itu mengakibatkan pasokan pisang berkurang, sehingga harga di relatif tinggi. Untuk memenuhi permintaan pisang, pihak pemasok terpaksa mendatangi ke pelosok desa.

Berkaitan dengan meningkatnya harga pisang, hal ini bisa juga disebabkan karena adanya perubahan musim. Dikutip dari suaramerdeka, misalnya pada musim penghujan menjadi salah satu penyebab kenaikan harga.

Musim penghujan membuat pasokan buah berkurang. Akibatnya, harga jual mengalami kenaikan. Beberapa diantara buah tersebut adalah pisang. Selain itu juga ada semangka dan jeruk.

Saat ini harga pisang ambon dari sebelumnya Rp65.000 naik menjadi Rp100.000/tandan, pisang tanduk semula Rp70.000 kini naik menjadi Rp110.000/tandan, pisang kepok semula Rp50.000 menjadi Rp70.000/tandan.

Begitu pula pisang ketan semula Rp55.000 naik menjadi Rp75.000/tandan, pisang dari Rp40.000 naik menjadi Rp60.000/tandan dan pisang apuh dari Rp40.000 naik menjadi Rp50.000/tandan.

Selama ini produksi pisang di Kabupaten Lebak dalam keadaan surplus sehingga menyumbang pertumbuhan masyarakat dengan hasil mencapai miliaran rupiah per hari dengan produksi mencapai ratusan ton per hari.

Hal ini didukung dengan pernyataan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Dede Supriatna yang mengatakan bahwa saat ini komoditas pisang menjadi andalan ekonomi petani didaerah tersebut.

Hal tersebut bertujuanĀ meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat. Produksi pisang di Kabupaten Lebak selain bisa memenuhi pasar lokal, juga dipasok ke daerah lain seperti Tangerang, Jakarta dan Bogor.

Selama ini pisang di Kabupaten Lebak memiliki kualitas baik karena petani mengembangkan budi daya tanaman tersebut dengan kesuburan tanah yang cukup baik. Produksi pisang yang dikembangkan antara lain pisang mulih, nangka, galek, raja, buluh, raja sereh, emas, kepok dan ketan.

Didorong oleh permintaan pasar yang meningkat, dan keinginan untuk memenuhi hal itu, pemerintah meluncurkan gerakan tanam pisang swadaya. Kegiatan ini dapat berjalan dengan baik karena menanam pisang itu membutuhkan biaya pemeliharaan yang relatif kecil dibanding tanaman biji-bijian atau hortikultura.

yang dijalankan kelompok-kelompok petani di desa ini nantinya akan mendapat bantuan dari pemerintah berupa pohon pisang bersertifikat varietas unggul.

Loading...