Pasca Sidang OPEC Harga Minyak Mentah hanya 3.840/liter

resmi aktif kembali sebagai anggota Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (Organization of the Petroleum Exporting Countries/) seiring keikutsertaan dalam sidang ke-168 di Wina, Austria. Menteri ESDM Sudirman Said hadir dalam sidang yang berlangsung Jumat (04/12) yang dihadiri 12 negara anggota lainnya.

Indonesia telah menjadi anggota International Energy Agency (IEA) sejak 17 November 2015 dan kembali mengaktifkan keanggotaannya di OPEC mulai 2016 dengan tujuan memastikan kepentingan nasional Indonesia terjaga.

OPEC memutuskan untuk tidak mengurangi produksinya, dari produksinya saat ini sekitar 31,5 juta barel per hari. Dengan produksi di atas target yang disepakati 30 juta barel, dengan Iran diperkirakan akan memulai lagi ekspor yang cukup besar tahun depan, diharapkan kelompok OPEC akan mengambil langkah-langkah untuk menurunkan pasokan.

Keputusan OPEC tidak mengurangi produksi karena ingin memantau terlebih dahulu dalam beberapa bulan mendatang. Saat ini OPEC mempertimbangkan fakta ekonomi global di 3,1 persen pada 2015 dan diperkirakan akan tumbuh sebesar 3,4 persen tahun depan. Dalam hal pasokan dan permintaan, tercatat bahwa pasokan non-OPEC diperkirakan mengalami kontraksi pada 2016, sementara permintaan global diantisipasi untuk meningkat lagi sebesar 1,3 juta barel per hari.

Tiga belas negara OPEC yang memproduksi sekitar 40 persen dari minyak mentah dunia, tidak mengambil tindakan untuk menopang pasar setelah pertemuan di Wina. Keputusan OPEC untuk tidak mengurangi produksi mendorong minyak Amerika Serikat kembali di bawah 40 AS per barel setelah penutupan Rabu, untuk pertama kalinya sejak Agustus.

Jika saat ini harga 1 barrel (159 ) 40 dollar (Rp.553.320) maka harga minyak mentah per adalah Rp. 3.840.

Loading...