Pasca Rilis Data Inflasi, Rupiah Dibuka Menguat ke Level Rp 13.407

rupiah - www.gtreview.comrupiah - www.gtreview.com

Jakarta – Kurs dibuka 17 poin atau 0,13 persen ke posisi Rp 13.407 per di awal perdagangan pagi hari ini, Jumat (2/2). Kemarin, Kamis (1/2), Garuda berakhir terdepresiasi 0,28 persen atau 38 poin ke level Rp 13.424 per USD usai diperdagangkan pada rentang angka Rp 13.389 hingga Rp 13.433 per .

Indeks AS yang mengukur pergerakan the terhadap sejumlah mata uang utama terpantau melemah 0,52 persen menjadi 88,667 di akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB. Pelemahan dollar AS ini diakibatkan karena para pelaku tengah mencerna berbagai data terbaru Amerika Serikat.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada pekan yang berakhir 27 Januari 2018, angka pendahuluan untuk klaim awal yang disesuaikan secara musiman mencapai 230.000, turun 1.000 dari tingkat yang direvisi pekan sebelumnya. Rata-rata pergerakan 4 minggu berada di level 234.500, turun 5.000 dari rata-rata yang direvisi pekan sebelumnya.

Kemudian Institute for Supply Management (ISM) melaporkan jika kegiatan ekonomi di sektor manufaktur mengalami peningkatan pada bulan Januari. Indeks manufaktur atau indeks pembelian manajer (PMI) tercatat berada di tingkat 59,1 pada Januari, turun dari perolehan Desember sebesar 59,3.

Rupiah kemarin melemah usai diumumkannya Indonesia pada Januari yang berada di level 0,62 persen. Akan tetapi, menurut Ekonom Bank Central (BCA) David Sumual rupiah masih bisa rebound apabila pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal IV 2017 yang diumumkan pekan depan berada pada taraf yang positif. “Kalau pertumbuhan PDB bisa lebih tinggi dari 5%, misal mencapai 5,1%, rupiah bisa menguat,” kata David, seperti dilansir Kontan.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa indeks mengalami inflasi sebesar 0,62 persen pada Januari 2018. Secara tahun kalender, inflasi awal tahun ini mencapai 0,62 persen dan inflasi tahun ke tahun (year on year/yoy) berada di level 3,25 persen. Sedangkan indeks manufaktur Indonesia pada Januari 2018 dilaporkan relatif stabil atau belum menunjukkan tanda-tanda ekspansi jika dibandingkan akhir tahun 2017 lalu.

Loading...