Pasca Pidato Powell, Rupiah Lanjutkan Pelemahan Hingga Level Rp 13.722/USD

Rupiah - en.tempo.coRupiah - en.tempo.co

Jakarta – Nilai tukar dibuka melemah 43 poin atau 0,31 persen ke posisi Rp 13.722 per AS di awal pagi hari ini, Rabu (28/2). Kemarin, Selasa (27/2) Garuda ditutup terdepresiasi 0,14 persen atau 19 poin ke level Rp 13.679 per USD usai diperdagangkan pada kisaran angka Rp 13.644 hingga Rp 13.664 per AS.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sejumlah mata uang utama terpantau menguat 0,52 persen menjadi 90,329 di akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB. Dolar AS mengalami penguatan lantaran para sedang mencermati pernyataan terakhir dari Ketua , Jerome Powell.

Pada kesaksian kongres pertamanya, Powell menuturkan bahwa walaupun terjadi belakangan ini, gubernur The Fed masih merencanakan beberapa kali kenaikan suku bunga sepanjang tahun 2018. Selain itu, Powell berjanji untuk menyeimbangkan antara risiko ekonomi yang terlalu panas dan kebutuhan untuk mempertahankan pertumbuhan di jalurnya.

Menurut para analis, komentar-komentar hawkish Powell tersebut semakin menguatkan spekulasi pasar terkait 3 kali kenaikan suku bunga untuk tahun ini. Sementara itu, Analis Monex Investindo Faisyal menyatakan bahwa pelemahan rupiah adalah ujung dari kewaspadaan investor menjelang testimoni Powell. “Pasar berharap, Powell bisa memberi kejelasan soal arah kebijakan bank sentral AS di 2018,” kata Faisyal, seperti dilansir Kontan.

Terutama karena dalam notulensi FOMC Meeting sebelumnya mengindikasikan sinyal optimis terhadap ekonomi Amerika Serikat. Bahkan hampir dapat dipastikan jika dalam pertemuan FOMC bulan Maret 2018 depan The Fed juga akan menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin.

Di sisi lain, Ekonom Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih mengungkapkan jika rilis data-data ekonomi AS seperti nilai pesanan tahan lama dan inflasi bakal menjadi faktor penyokong rupiah pada perdagangan hari ini. “Prediksinya memang menurun, tapi kalau lebih baik, ini akan menambah sentimen negatif untuk rupiah besok,” bebernya.

Loading...