Pasca Pidato Janet Yellen, Rupiah Dibuka Melemah 26 Poin

Jakarta mengawali pagi hari ini, Kamis (19/1) dengan pelemahan sebesar 0,19 persen atau 26 poin ke level Rp 13.373 per . Kemarin, (18/1) rupiah berakhir 14 poin atau 0,11 persen ke Rp 13.347 per usai diperdagangkan pada kisaran Rp 13.309 hingga Rp 13.348 per .

Mata uang Garuda melemah di tengah penguatan indeks AS pasca pidato Janet Yellen. Yellen kembali menyinggung rencana menaikkan tahun ini, mengingat sejumlah data AS yang membaik.

“Menunggu terlalu lama untuk mulai bergerak menuju suku bunga netral dapat berisiko adanya kejutan buruk ke depannya, seperti yang terlalu tinggi, ketidakstabilan keuangan, atau keduanya,” ujar Yellen di San Fransisco, Selasa (18/1) waktu setempat.

Sementara itu, Analis Valuta Asing Senior Barclays, Shin Kadota, mengungkapkan, “Komentar Yellen ini tidak terlalu baru, tapi hal ini membantu pelaku membeli kembali dolar yang melemah bersama dengan imbal hasil obligasi.”

Meski dolar AS kini berbalik menguat, penguatannya tersebut dinilai masih terbatas lantaran pasar masih berhati-hati menjelang pelantikan presiden AS terpilih Donald Trump pada Jumat pekan ini. “Namun penguatan dolar tertahan menjelang peresmian Trump. The Fed siap untuk menaikkan suku bunga bertahap, namun kebijakan moneter juga akan tergantung pada rincian kebijakan Trump,” sambung Kadota.

Dari dalam negeri, para pelaku pasar juga masih menanti hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada sore nanti. BI diperkirakan akan mempertahankan BI RR rate pada kisaran 4,75 persen. Research and Analyst Monex Investindo Futures, Agus Chandra memprediksi jika rupiah hari ini masih berpotensi melemah. “Memang akan terjadi tarik menarik, tapi peluang melemah lebih besar,” ungkapnya.

Loading...