Pasca Pidato Janet Yellen, Kurs Dolar Singapura Anjlok 0,7% Terhadap Dolar AS

Tokyo – Berdasarkan dari Index, dolar AS melonjak ke level tertinggi dalam 13 ½ tahun terhadap sejumlah utama usai Gubernur Federal Reserve, Janet Yellen mengisyaratkan kenaikan suku bunga AS dalam waktu dekat.

Mata uang 0,7 persen menjadi US$ 0,7016 per dolar AS pada pukul 9.30, melanjutkan pelemahannya terhadap The Greenback sejak pemilu AS 8 November ke posisi 2,5 persen.

Sedangkan kurs ringgit Malaysia 0,5 persen ke US$ 0,2272 terhadap dolar AS, 4,8 persen sejak pemilu AS. Yen berfluktuasi sekitar 110,11 per dolar AS usai tergelincir 1 persen pada Kamis. Sementara itu won Korea dan baht Thailand 0,3 persen. pun merosot ke US$ 1,0620, penurunan terendah sejak hampir 1 tahun lalu.

Kekuatan dolar AS mengakibatkan saham rentan terhadap potensi rotasi keluar dari pasar negara berkembang ke Amerika Serikat. Indeks MSCI dari saham Pasifik di luar Jepang merosot 0,3 persen di awal , menyentuh penurun terendah dalam 4 bulan di awal pekan ini.

Dalam pidato pertamanya pasca sejak pemilu AS, Yellen mengatakan pada anggota parlemen bahwa Fed dalam waktu dekat akan meningkatkan suku bunga pinjaman karena ekonomi terus mengalami traksi. Pernyataan Yellen juga mendorong saham keuangan Amerika Serikat reli sejak kemenangan Donald Trump ke atas angka 10 persen pada Kamis.

“Saat ini dolar sedang mendominasi,” ujar Philip Borkin, ekonom senior di ANZ Bank New Zealand, Auckland. “Tapi di luar kenaikan suku bunga Fed bulan depan, banyak pertanyaan terkait kebijakan di masa mendatang baik untuk fiskal dan moneter.”

Loading...