Pasca Libur Natal, Rupiah Lunglai di Hadapan Dolar AS

Rupiah - www.beritamoneter.comRupiah - www.beritamoneter.com

Jakarta dibuka melemah sebesar 46 poin atau 0,32 persen ke posisi Rp 14.599 per AS di awal pagi hari ini, Rabu (26/12). Sebelumnya, Senin (24/12), berdasarkan data Yahoo Finance, mata uang Garuda menguat tipis sebesar 2 poin atau 0,01 persen ke level Rp 14.548 per USD setelah ditutup pada angka Rp 14.550 per AS.

Sementara itu, sebelum libur Natal, indeks dolar AS terpantau rebound atau menguat pada Jumat atau Sabtu pagi WIB. Kurs dolar AS rebound lantaran safe haven dolar AS naik di tengah aksi jual tajam di dan kemungkinan penghentian operasional pemerintahan Amerika Serikat.

Pada Jumat (21/12) lalu, saham-saham AS jatuh lantaran Nasdaq memasuki bear market dan Dow mengalami penurunan mingguan terburuk selama dekade terakhir, sehingga menjadi minggu terburuk mereka sejak Agustus 2011.

Kemudian pada Selasa (25/12), indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sejumlah mata uang utama terpantau turun 0,32 persen menjadi 96,6365 di akhir perdagangan. Indeks dolar AS turun lantaran para pelaku pasar khawatir dengan kemungkinan perlambatan ekonomi dan adanya aksi jual pasar di ekuitas. USD juga melemah akibat Federal Reserve memutuskan menaikkan suku bunga acuannya.

Para khawatir jika kenaikan suku bunga yang cepat dapat membahayakan ekonomi dan merugikan keuntungan perusahaan. Di sisi lain, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin memanggil 6 kepala bank terbesar AS dalam rangka menstabilkan pasar selama akhir pekan. Namun langkah tersebut justru menambah kekhawatiran ekonomi AS.

Rupiah sendiri diprediksi memiliki kesempatan untuk menguat di tengah efek penutupan pemerintahan AS atau shutdown. “Rupiah diproyeksikan bergerak di rentang Rp 14.530 sampai Rp 14.580 per dollar AS atau relatif lebih stabil. Pelaku pasar mencermati efek shutdown terhadap sentimen bursa dan berapa lama shutdown akan berlangsung,” kata Bhima Yudhistira, ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), seperti dilansir Kontan.

Shutdown pemerintahan AS berlangsung sejak Sabtu (22/12) setelah Presiden AS Donald Trump meminta pendanaan untuk membangun tembok perbatasan AS dengan Meksiko. Trump mengajukan dana USD 5 miliar, tetapi hanya USD 1,3 miliar yang disetujui Partai Demokrat. Shutdown ini berlangsung sampai Tahun Baru.

Loading...