Pasca Libur Hari Raya Nyepi, Rupiah Melemah Cukup Dalam di Awal Perdagangan

Rupiah - faktualnews.coRupiah - faktualnews.co

Jakarta – Nilai tukar rupiah mengawali pagi hari ini, Jumat (8/3), dengan pelemahan yang cukup dalam sebesar 81,5 poin atau 0,58 persen ke level Rp 14.224 per dolar . Sebelum libur Hari Raya Nyepi, Rabu (7/3), kurs mata uang Garuda berakhir terdepresiasi 15 poin atau 0,11 persen ke posisi Rp 14.143 per .

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the Greenback terhadap sekeranjang mata uang utama terpantau menguat. Pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB, indeks dolar AS naik 0,82 persen menjadi 97,696 lantaran para pelaku tengah mencerna sejumlah dan mata uang tunggal Eropa, euro yang mengalami penurunan cukup signifikan.

Pada Kamis (7/3), Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat melaporkan, pada pekan yang berakhir 2 Maret 2019, klaim pengangguran awal AS, ukuran kasar pemutusan hubungan kerja (PHK) berada di angka 223 ribu, turun sebesar 3.000 dari tingkat yang direvisi minggu sebelumnya.

Sebagai , mata uang euro menurun cukup tajam usai Bank Sentral Eropa (ECB) memangkas proyeksi pertumbuhan untuk tahun 2019 menjadi 1,1 persen dari perkiraan sebelumnya sebesar 1,7 persen.

Menurut Analis Monex Investindo Futures Ahmad Yudiawan, sejumlah data ekonomi Amerika Serikat yang dirilis pada awal pekan ini cukup positif. Misalnya saja indeks komposit PMI sektor non manufaktur Februari 2019 yang mengalami peningkatan ke posisi 59,7.

Di samping itu, data penjualan baru di Amerika Serikat pun dilaporkan meningkat dari 599.000 unit pada November 2018 menjadi 621.000 unit pada bulan Desember 2018. “Hasil positif ekonomi AS tidak mampu diimbangi oleh rupiah yang belum memiliki data ekonomi baru,” kata Yudi, seperti dilansir Kontan.

Sementara itu, Ekonom Bank Permata Josua Pardede menambahkan bahwa pernyataan dari 2 pejabat Federal Reserve yang menyebut kenaikan suku bunga acuan mungkin akan berlanjut rupanya juga berhasil mengerek posisi dolar AS di pasar spot. Pada perdagangan hari ini, Josua memprediksi jika nilai tukar rupiah berpotensi untuk mengalami penguatan meskipun geraknya cenderung terbatas. Pasalnya para pelaku pasar saat ini masih bersikap wait and see sembari menanti hasil negosiasi .

Loading...