Pasca Kemenangan Donald Trump, Rupiah Lanjutkan Pelemahan di Awal Dagang

Jakarta – Usai Donald Trump terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat yang baru, masih melanjutkan pelemahannya di awal , Kamis (10/11) sebesar 54 poin ke posisi Rp 13.136 per AS. Sebelumnya, rupiah ditutup ke Rp 13.127 per AS.

Pasar Uang Bank Mandiri, Reny Eka Putri memprediksi bahwa akan bergerak setelah kemenangan Donald Trump. Meski demikian, potensi pelemahan rupiah diperkirakan tak akan terlalu tajam.

“Akan terjadi fluktuasi rupiah pasca pemilu AS, seperti kemarin 9 November yang sempat menyentuh Rp 13.188 per dolar AS, tapi kembali menguat ke level Rp 13.099 per dolar AS,” ujar Reny, Kamis (10/11).

Kemudian, pidato dan kebijakan Trump dalam bidang dan perdagangan yang akan menjadi sorotan pasar. “Selanjutnya sentimen akan memberikan daya tahan bagi rupiah,” ungkap Reny.

Sementara itu, Research and Analyst Monex Investindo Futures, Agus Chandra mengatakan jika hari ini mata uang Garuda masih berpotensi untuk melemah. “Tapi paling tidak ekonomi masih mampu menghadapi gejolak global,” ujar Agus.

Pada hari ini, Agus memprediksi jika rupiah akan diperdagangkan pada kisaran Rp 13.000 – Rp 13.130. Sedangkan Reny memperkirakan gerak rupiah berkisar antara Rp 13.100 – Rp 13.200 per dolar AS.

Loading...