Pasca Didemo, GrabBike Tetap Pertahankan Tarif Dasar Rp 1.500/km

Jakarta – Sejak September 2016 lalu Grab menerapkan tarif baru untuk para pengguna jasa online GrabBike. Bila sebelumnya perbedaan yang lebih mahal berlaku ketika jam sibuk, maka kini yang memesan GrabBike untuk jauh pun juga akan dikenai tarif yang lebih tinggi.

Tarif dasar GrabBike per kilometer-nya adalah Rp 1.500. Tetapi sejak Oktober 2016 skema itu hanya diterapkan untuk perjalanan dengan jarak kurang dari 12 km. Apabila pengguna memesan GrabBike untuk perjalanan lebih dari 12 km, maka pelanggan akan dikenai biaya tambahan sebesar Rp 2.500 per km.

Meski demikian, skema tarif baru tersebut tetap saja diprotes oleh para mitra Grab dengan mengadakan demo pada bulan Januari 2017 lalu. Pasalnya para beranggapan bahwa tarif Rp 1.500 per km tersebut terlalu rendah dan berakibat pada pendapatan mereka yang kurang maksimal.

“Mengenai tuntutan kenaikan tarif, ini jadi pertimbangan kami. Grab adalah perusahaan, bukan organisasi nirlaba. Kami mencari keuntungan, kami mendapatkan income dari lisensi yang didapatkan melalui bagian dari tarif yang dibebankan kepada pelanggan. Jika memang harus menaikkan tarif, ada ketentuan yang perlu kami tinjau lagi,” ujar Ridzki Kramadibrata, Managing Director Grab Indonesia.

“Ketentuan yang harus dilihat seperti daya beli pelanggan, usaha dan pendapatan para pengemudi. Menaikkan tarif belum bisa mendapatkan hasil keseluruhan yang diinginkan. Kami sangat berhati-hati saat mengkalkulasikan ini setiap harinya agar pendapatan sesuai dan elastisitas tarif tetap berlangsung normal,” jelas Ridzki.

Pihaknya sendiri memiliki beberapa pertimbangan sebelum menaikkan tarif, di antaranya adalah faktor pelanggan, bisnis, dan mitra. “Hal ini menjadi faktor yang selalu menjadi pertimbangan, tanpa diminta pun kami ingin menetapkan biaya yg optimal, bukan yang tertinggi,” katanya.

Loading...