Pasca Dibuka Menguat Tipis, Rupiah Stagnan di Level Rp 13.365/USD

Jakarta rupiah dibuka 1 poin ke level Rp 13.364 per pada awal perdagangan pagi hari ini, Kamis (6/7). Namun hanya dalam hitungan detik rupiah kembali bergerak stagnan ke posisi Rp 13.365 per . Kemarin, Rabu (5/7) rupiah berakhir terdepresiasi 1 poin atau 0,01 persen ke Rp 13.365 per usai bergerak di rentang angka Rp 13.343 hingga Rp 13.373 per .

Indeks AS ditutup menguat 0,14 persen menjadi 96,348 terhadap 6 utama di akhir perdagangan Rabu atau Kamis (6/7) pagi WIB usai (The Fed) melaporkan risalah pertemuannya pada Juni 2017. Risalah yang dirilis pada Rabu (5/7) tersebut mengisyaratkan jika neraca bisa dikurangi dengan meminimalisir gangguan terhadap pasar . Sayangnya risalah tersebut tak merinci jadwal waktunya.

Di tengah penantian dari risalah The Fed, indeks dolar AS berhasil memanfaatkan peluang dan menguat di pasar spot. “Komunikasi The Fed terbaru menunjukkan otoritas moneter AS bersedia melihat melalui data yang lemah saat ini,” kata Morgan Stanley, seperti dilansir Reuters.

Bulan lalu The Fed telah menaikkan suku bunga acuan untuk keempat kalinya mulai Desember 2015 dan menyatakan rencana untuk memangkas neraca keuangan tahun 2017 ini. Kini para pelaku pasar tengah menanti data tenaga kerja Amerika Serikat yang akan dilaporkan pekan ini.

Dari dalam negeri sendiri memang masih dalam kondisi minim sentimen, sehingga belum ada katalis domestik yang mampu menyokong pergerakan rupiah. Di sisi lain dari sisi eksternal juga cenderung wait and see. “Katalis domestik sendiri sangat minim pasca inflasi yang naik di awal pekan kemarin,” kata Putu Agus Pransuamitra, Research and Analyst PT Monex Investindo Futures. Seperti diketahui, sebelumnya (BI) menyatakan bahwa inflasi indeks konsumen (IHK) bulan Juni 2017 berada di angka 0,69 persen secara bulanan (mtm).

Loading...