Pasca China Rilis Tarif Impor Produk AS, Rupiah Menguat Tipis di Awal Dagang

Rupiah - www.jitunews.comRupiah - www.jitunews.com

Jakarta mengawali pagi hari ini, Kamis (5/4) dengan penguatan tipis sebesar 1 poin atau 0,01 persen ke posisi Rp 13.765 per . Sebelumnya, Rabu (4/4), rupiah ditutup terdepresiasi 2 poin atau 0,01 persen ke level Rp 13.766 per USD usai diperdagangkan pada kisaran angka Rp 13.710 hingga Rp 13.780 per .

Usai China merilis impor untuk 128 Amerika Serikat, perang dagang antara China dan AS pun seakan tak terelakkan. Hal ini pula yang mendorong para pelaku untuk mencari langkah aman dan mengalihkan harta mereka ke aset safe haven. Hal ini juga yang mengakibatkan pergerakan rupiah di spot cenderung stagnan.

Menurut Ekonom Bank Permata Josua Pardede, koreksi mata uang Garuda tidak terlalu tajam karena dana asing masih mengalir ke pasar . Yield surat utang negara (SUN) seri acuan tenor 10 tahun kemarin turun tipis sebesar 0,05 persen ke 6,57 persen. “Yield hanya berkurang tipis, sehingga rupiah cenderung melemah tipis,” ungkap Josua, seperti dilansir Kontan.

Rupiah sendiri diprediksi masih berpotensi untuk menguat pada hari ini. Pasalnya, secara teknikal pada daily chart tampak pola long white body candle yang mengisyaratkan kemungkinan koreksi wajar pada the Greenback. Analis Binaartha Sekuritas mengatakan, secara domestik ia berharap supaya hasil data indeks keyakinan konsumen bisa melebihi ekspektasi pasar agar dapat memberi katalis untuk stabilitas rupiah, demikian seperti dilaporkan .

Di sisi lain, proteksionisme Donald Trump yang berujung pada perang dagang antara AS dan China juga berpotensi untuk memberikan efek bearish pada dolar AS. Kemudian data klaim pengangguran Amerika Serikat yang diperkirakan meningkat juga dinilai akan jadi sentimen negatif yang menahan gerak dolar AS di pasar spot.

Loading...