Pasca BI Naikkan Suku Bunga, Rupiah Justru Kembali Tersungkur di Awal Dagang

Rupiah dan Dolar - sindonews.comRupiah dan Dolar - sindonews.com

Jakarta dibuka melemah sebesar 41,3 poin atau 0,28 persen ke posisi Rp 14.617,8 per AS di awal pagi hari ini, Kamis (16/8). Kemarin, Rabu (15/8), berdasarkan data Index kurs mata uang Garuda ditutup terapresiasi sebesar 7 poin atau 0,05 persen ke level Rp 14.577 per USD.

Indeks yang mengukur pergerakan the terhadap sejumlah mata uang utama terpantau melemah tipis. Pada akhir perdagangan Rabu (15/8) atau Kamis pagi WIB, kurs dolar AS turun tipis 0,04 persen menjadi 96,9595 usai sebelumnya naik ke level 96,984 yang merupakan level tertinggi sejak Juni 2017.

Menurut para analis, krisis yang dialami Turki saat ini telah menahan pergerakan euro dan meningkatkan minat pasar terhadap mata uang safe haven seperti yen Jepang, franc Swiss, dan dolar AS. Euro terpantau menginjak level terendah 13 bulan di angka 1,1301 dolar AS pada siang hari sebelum sedikit di akhir dagang.

Sementara itu, untuk sektor ekonomi Departemen Perdagangan Amerika Serikat melaporkan pada Rabu (15/8), bahwa data penjualan ritel AS mencapai angka 507,5 miliar dolar AS pada Juli 2018, naik 0,5 persen dari capaian bulan sebelumnya. Sedangkan persediaan bisnis AS naik 0,1 persen pada Juni dan angka penjualan pun meningkat 0,3 persen. Akan tetapi, rasio persediaan terhadap penjualan turun menjadi 1,33 dari 1,34.

Di sisi lain, rupiah kemarin berhasil rebound usai (BI) memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuannya, BI 7-day Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin. Menurut analis Valbury Asia Futures Lukman Leong, rupiah menguat lantaran posisi dolar AS yang sedang terkoreksi di pasar spot. Pengumuman dinaikkannya suku bunga acuan menjadi 5,5 persen pun berhasil menopang pergerakan rupiah. “Kenaikan suku bunga bisa menahan rupiah agar tidak melemah lebih lanjut untuk sementara,” papar Lukman, seperti dilansir Kontan.

Lukman juga berpendapat jika kenaikan suku bunga maupun adanya intervensi dari pihak BI dapat membuat rupiah menguat tipis. Terlebih karena krisis mata uang lira di Turki pun kini sudah cukup mereda.

Loading...