Pasca Anjlok $ 400, Harga Bitcoin Berhasil Rebound ke $ 2.640

Bitcoin - www.coindesk.comBitcoin - www.coindesk.com

Pada Kamis (25/5) lalu sempat mencapai rekor tertinggi hampir USD 2.790 per satu sebelum anjlok lebih dari USD 400 pada perdagangan sebelumnya menjadi sekitar USD 2.352. Namun pada perdagangan Jumat (26/5) kemarin harga berhasil rebound ke level USD 2.626 dan mencapai posisi tertinggi hampir USD 2.640 atau sekitar Rp 35 jutaan berdasar CoinDesk Price Index.

Sebagian besar cryptocurrency utama sudah berada di level atas selama beberapa bulan terakhir. Beberapa mencapai titik tertinggi sepanjang masa sekitar lebih dari sepekan yang lalu. Namun beberapa pakar menyatakan kekhawatirannya akan koreksi yang tajam pada sejumlah digital, meski beberapa yang lain mengungkapkan bahwa kesadaran akan digital kini sedang meningkat di kalangan para konvensional.

Bagi penduduk Amerika Serikat, kenaikan yang tajam bagi bitcoin mungkin menjadi hal yang aneh. Pasalnya bitcoin masih belum juga diterima sebagai alat pembayaran yang legal di AS. Namun para ahli mengatakan jika pertumbuhan mata uang digital satu ini didorong oleh melonjaknya di .

“Berdasarkan data yang kami kumpulkan, kami menganggap spekulasi adalah pendorong utamanya,” ujar Garrick Hileman, pakar Bitcoin di Cambridge Center for Alternative Finance. Lebih lanjut Hileman menjelaskan bahwa berdasar survei ternyata sebagian besar pengguna membeli dan menjual bitcoin untuk tujuan spekulatif dibandingkan untuk membeli barang atau mengirim uang tunai kepada orang lain.

mendadak menjadi begitu optimis dengan masa depan bitcoin akibat keputusan pemerintah Jepang yang bulan lalu menerima bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah dan turut memberikan legitimasi yang lebih besar pada bitcoin di kawasan Asia. Di samping itu terjadi pertumbuhan transfer uang internasional menggunakan bitcoin untuk memindahkan uang tunai dari satu negara ke negara lain.

Belum lama ini bitcoin juga ramai diperbincangkan akibat hacker pencipta ransomware kerap meminta pembayaran atau tebusan berupa bitcoin dari para korbannya. Hal itu memang kurang baik untuk citra cryptocurrency, namun bagaimanapun hal ini dapat mendorong permintaan bitcoin meningkat.

Loading...