Pasca Alami Kerugian, Berapa Harga Pakan Ternak Malindo Saat Ini?

Harga, pakan, ternak, ayam, broiler, starter, Malindo, feedmill, MAIN, Tbk, PT, perusahaan, merek, comfeed, pokphand, per, sak, karung, 2018, produk, kerugian, ekor, pelaku, usaha, bahan, pokok, produksi, DOC,Ilustrasi: peternak memberi makan ayam-ayamnya

Beberapa tahun terakhir, kondisi industri peternakan ayam masih lesu. Hal ini cukup berdampak negatif terhadap -perusahaan terkait, seperti ternak dan pengolahan dari ayam. Namun tren tersebut berangsur-angsur membaik, seiring dengan kembali stabilnya ayam. peternakan ayam dan -perusahaan terkait pun kembali positif. Salah satunya PT. Malindo Feedmill Tbk. (MAIN), yang pada tahun 2018 ini memproyeksikan diri untuk meraih laba, setelah terus merugi dua tahun terakhir.

Dalam periode Januari-Maret 2017, penjualan MAIN tertekan 2,4% menjadi Rp1,27 triliun dan laba bersih terkoreksi 52,5% menjadi Rp24,85 miliar. Penurunan tersebut disebabkan oleh penurunan harga pakan. Padahal, volume penjualan pakan ternak mengalami peningkatan. Selain itu, perseroan mengalami lonjakan beban pokok produksi akibat mahalnya harga jagung .

PT. Malindo Feedmill Tbk sendiri merupakan perusahaan multinasional yang memproduksi pakan ternak yang bermarkas di Jakarta, Indonesia. Perusahaan ini bergerak dalam bidang produksi dan perdagangan pakan ternak, terutama pakan untuk ayam broiler (pedaging), ayam layer (petelur). Selain itu, Malindo juga memiliki anak usaha yang memproduksi dan memasarkan parent stock DOC (Day Old Chicks), DOC komersial dan ayam broiler.

Rewin Hanrahan, Direktur Malindo mengungkapkan bahwa pihaknya mengapresiasi kebijakan-kebijakan pemerintah untuk memperbaiki industri pakan ternak dan penjualan ayam. Tahun lalu, ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan sempat membuat harga ayam jatuh di , sehingga pemerintah menginstruksikan pemusnahan ayam parent stok (PS) kepada pelaku usaha. Hal tersebut tidak berdampak bagi kinerja perseroan, karena berhasil menstabilkan harga ayam, yang saat ini berkisar di Rp17.000/ekor.

“Konsumsi protein Indonesia juga masih rendah, sekitar 10 kilogram (kg) per kapita, jauh di bawah Malaysia yang mencapai 40 kg per kapita. Selain itu, industri (pasar pakan ternak dan penjualan) sendiri akan tumbuh 8 persen tahun ini,” kata Rewin kepada Kumparan.

Sementara, Rudy Hartono Husin, Direktur Keuangan Malindo mengatakan, perseroan menargetkan pendapatan tahun ini bisa tumbuh 10-15 persen dibanding tahun lalu. “Kontribusi pendapatan terbesar berasal dari penjualan pakan ternak sebesar 60-70 persen, diikuti anak ayam usia sehari (day old chick/DOC) dan makanan olahan,” jelasnya.

Tahun ini, perseroan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar 50 juta dolar AS, yang bersumber dari kas internal dan pinjaman bank. “Ini akan kita investasikan untuk pembangunan pabrik, peternakan, broiler, kemudian gudang dan drier (untuk jagung),” tambah Rudy.

Saat ini, di pasaran pakan ternak, harga pakan starter ayam broiler Malindo berkisar antara Rp335 ribuan per satu sak. Harganya setara dengan Comfeed, namun sedikit lebih murah jika dibandingkan dengan Pokphand yang dijual di kisaran Rp355 ribuan per karung.

Loading...