Pasar Wait & See Jelang FOMC Meeting, Rupiah Turun di Awal Pekan

Rupiah harus berbalik arah ke zona merah pada awal hari ini (18/9) ketika pasar cenderung bersikap wait and see jelang rapat . Menurut laporan Index, Garuda membuka transaksi dengan melemah 12 poin atau 0,09% ke level Rp13.252 per dolar AS. Sebelumnya, spot berakhir menguat 11 poin atau 0,08% ke posisi Rp13.240 per dolar AS pada akhir pekan (15/9) kemarin.

“Pada awal pekan ini, dan masih akan mendominasi pergerakan rupiah,” ujar Research & Analyst Asia Tradepoint Futures, Andri Hardianto, seperi dikutip dari Kontan. “Pasalnya, di minggu ini, pasar menanti rapat FOMC yang dilaksanakan Rabu (20/9) besok, serta ini apakah masih akan melanjutkan koreksi atau tidak.”

Sementara itu, analis pasar uang Bank Mandiri, Rully Arya Wisnubroto, mengatakan bahwa pada awal pekan ini, dolar AS cenderung akan bergerak rebound. Pasalnya, setelah mengalami pelemahan yang cukup dalam selama beberapa waktu, greenback akan kembali berbalik menguat, terutama terhadap yen. “Namun, rupiah masih akan bergerak stabil imbas data neraca dagang domestik yang cukup bagus,” ujarnya.

Ditambahkan Rully, hal tersebut bisa menjadi bekal bagi mata uang Garuda untuk berpeluang kembali menguat. Ia memprediksi spot hari ini akan bergerak stabil di kisaran Rp13.230 hingga Rp13.270 per dolar AS. Senada, Andy juga memperkirakan mata uang domestik akan stabil di rentang Rp13.230 hingga Rp13.270 per dolar AS.

Dari pasar global, greenback sebelumnya diperdagangkan terus melemah hingga akhir pekan kemarin dengan ditutup turun 0,23% menjadi 91,913 setelah mencermati sejumlah laporan data ekonomi. Menurut Departemen Perdagangan AS, perkiraan awal penjualan ritel dan jasa-jasa makanan AS untuk Agustus mencapai 474,8 miliar dolar AS, turun 0,2% dari bulan sebelumnya.

The Fed dijadwalkan akan melangsungkan pertemuan tengah pekan ini dan berencana mengumumkan keputusan terakhir mereka mengenai kebijakan moneter. Pasar memprediksi bank sentral AS tersebut tidak akan mengumumkan kenaikan lanjutan, namun ditengarai mulai melepaskan portofolio besarnya yang mencapai 4,5 triliun dolar AS.

Loading...