Pasar Wait and See Jelang Rapat BI, Rupiah Cenderung Bergerak Melemah

diperkirakan masih berada dalam tren sideways pada Rabu (20/7) ini. Selain itu, juga diminta berhati-hati terhadap tren penguatan the yang berpotensi menghantam Garuda di tengah penantian akan hasil rapat Dewan Gubernur .

Seperti dilaporkan Bloomberg Index, rupiah mengawali perdagangan hari ini dengan pelemahan sebesar 18 poin atau 0,14% di posisi Rp13.107 per dolar AS. Kemudian, mata uang Garuda kembali terdepresiasi 11 poin atau 0,08% ke level Rp13.100 per dolar AS pada pukul 08.16 WIB. Sementara itu, indeks dolar AS terpantau melanjutkan penguatan 0,027 poin ke 97,090 pada pukul 07.03 WIB.

“Pergerakan rupiah cenderung melambat karena pasar masih menunggu adanya sinyal dan konfirmasi pergerakan selanjutnya,” ujar Kepala Riset NH Securities Indonesia, Reza Priyambada. “Laju dolar AS yang menguat juga dapat menjadi penghalang bagi pergerakan mata uang Garuda.”

Ditambahkan Reza, pelaku pasar saat ini cenderung mengambil sikap wait and see jelang rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia untuk mengetahui arah kebijakan moneter Bank Indonesia. “Sentimen domestik yang masih minim membuat pergerakan rupiah untuk menguat cenderung terbatas,” sambungnya.

“Selama masih belum ada sentimen yang cukup signifikan, rupiah bakal melanjutkan pergerakan konsolidasi,” imbuh Reza. “Hari ini, rupiah kemungkinan berada di level Rp13.115 hingga Rp13.076 per dolar AS.”

Senada, Ekonom , Josua Pardede, juga mengungkapkan bahwa rupiah akan bergerak dalam rentang yang sempit dengan kecenderungan . Selain imbas ekonomi AS, bisa juga karena ketidakpastian pasar menduga arah suku bunga Bank Indonesia. “Saat ini masih 50%-50%, sebagian menduga pemangkasan akan terjadi, sisanya berspekulasi suku bunga ditahan,” katanya.

“Ketidakpastian juga datang dari eksternal karena pasar sedang menyoroti rapat European Central Bank (ECB) yang berlangsung tengah pekan ini,” sambung Josua. “Penantian hasil rapat ECB pertama pasca-Brexit ini juga memberikan peluang dolar AS untuk unggul.”

Loading...