Pasar Tunggu Pertemuan Trump-Abe, Rupiah Ditutup Menguat 0,10%

Rupiah - m.harianjogja.comRupiah - m.harianjogja.com

mampu mempertahankan posisinya di zona hijau sepanjang Selasa (17/4) ini setelah indeks dolar AS bergerak flat di saat menantikan pertemuan Donald Trump dan Shinzo Abe. Menurut catatan Index pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda mengakhiri dengan penguatan sebesar 14 poin atau 0,10% ke level Rp13.766 per dolar AS.

Sebelumnya, rupiah ditutup melemah 25 poin atau 0,18% di posisi Rp13.780 per dolar AS pada perdagangan Senin (16/4) kemarin. Pagi tadi, mata uang NKRI mampu rebound dengan dibuka menguat 12 poin atau 0,09% ke level Rp13.768 per dolar AS. Sepanjang transaksi hari ini, spot mampu mempertahankan laju di zona hijau hingga tutup dagang.

Dari pasar , indeks dolar AS terpantau bergerak stagnan pada hari Selasa, karena fokus pasar kembali bergeser ke kebijakan perdagangan Paman Sam setelah serangan terhadap Suriah diyakini tidak akan meningkat menjadi konflik yang lebih luas di Timur Tengah. Mata uang hanya melemah 0,001 poin ke posisi 89,424 pada pukul 11.05 WIB.

Seperti dilaporkan Reuters, para pelaku pasar saat ini sedang menantikan pertemuan antara Presiden AS, Donald Trump, dengan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, yang dijadwalkan berlangsung hari ini dan esok (18/4). Tokyo diprediksi ingin menghindari pembicaraan tentang perjanjian perdagangan bebas dua arah, yang ditujukan tidak hanya pada akses pasar, tetapi juga kebijakan moneter dan mata uang.

Meski demikian, investor menduga bahwa Washington dapat memberikan tekanan pada Jepang setelah laporan makroekonomi semi-tahunan Departemen Keuangan AS yang diterbitkan hari Jumat (13/4) kemarin membuat Jepang pada pemantauan untuk kemungkinan manipulasi. Trump sendiri juga menuduh Rusia dan China mendevaluasi mata uang mereka, memicu dalam dolar AS.

Ketidakpastian mengenai isu perdagangan ini membuat pasar memberikan respons yang relatif datar terhadap data ekonomi lainnya. Padahal, kemarin waktu setempat, penjualan ritel AS di bulan Maret dilaporkan mengalami rebound setelah turun selama tiga bulan beruntun. “Pasar lebih fokus pada berita perdagangan dan politik daripada data ekonomi,” kata senior FX strategist di Barclays di Tokyo, Shinichiro Kadota.

Loading...