Pasar Tunggu Hasil Pertemuan AS-China, Harga Emas Terpantau Stabil

Harga Emas - finroll.comHarga Emas - finroll.com

New York – Pada akhir pekan ini harga emas dilaporkan stabil seiring dengan aksi para pelaku pasar yang tengah menanti apakah hasil pembicaraan perdagangan antara Amerika Serikat dengan China selama akhir pekan akan menyelesaikan sengketa bilateral atau tidak. Namun harga emas berada di jalur yang menandai bulan terbaik dalam 3 tahun dengan mencatatkan kenaikan sebesar 8 persen pada Juni 2019.

Kenaikan harga emas tersebut rupanya dipengaruhi oleh ekspektasi bahwa bank sentral Amerika Serikat, akan melonggarkan kebijakan moneter. Adapun selama kuartal I tahun 2019, harga emas terpantau telah naik 9,1 persen dan mencatat kenaikan terbesar sejak kuartal I 2016.

Kemudian harga emas di pasar spot sedikit berubah ke level USD 1.409,33 per ounce. Harga emas kabarnya telah melampaui level psikologis kunci di angka USD 1.400 pada awal pekan ini hingga mencapai posisi USD 1.438,63 untuk pertama kalinya dalam 6 tahun. Sementara itu, harga emas berjangka AS juga naik sebesar 0,1 persen ke level USD 1.413,70 per ons.

“Ada kegugupan dan ketidakpastian seiring ada perang dagang. Kami melihat berlindung di ketika ketegangan perang dagang berlanjut,” kata Direktur High Ridge Futures, David Meger, Sabtu (29/6), seperti dilansir Reuters melalui Liputan6. Menurut Meger, tiap pelonggaran ketegangan perang dagang dapat melenyapkan safe haven untuk .

Di sisi lain, harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) Tbk menurut data perubahan terakhir hari Jumat, 28 Juni 2019 terpantau naik sebesar Rp 4.000 dari Rp 707 ribu per 1 gram menjadi Rp 711 ribu per gram. Sedangkan untuk harga kembali atau buyback juga naik sebesar Rp 4.000 dari Rp 636 ribu menjadi Rp 640 ribu per gramnya. Data ini diambil dari Butik Emas LM Pulo Gadung, Jakarta.

Posisi AS yang melemah mengakibatkan logam mulia seperti emas dinilai sebagai aset yang menarik bagi yang menggunakan lain. “Kami masih melihat minat investor besar pada logam mulia. Pasar memperkirakan harapan yang meningkat untuk dua kali pemangkasan bank sentral AS dalam beberapa bulan ke depan,” ucap Kepala Analis ActivTrades, Carlo Alberto De Casa.

Loading...