Pasar Thailand dan Malaysia Alami Kontraksi, Penjualan Mobil di ASEAN Anjlok

BANGKOK – Kontraksi sekitar dua digit di Thailand dan Malaysia sepanjang Oktober 2016 membuat penjualan baru di kawasan Asia Tenggara kembali bergerak lesu. Pasar di kawasan ini turun sebesar 0,3 persen, sekaligus merupakan penurunan penjualan pertama dalam tujuh bulan terakhir.

Penjualan mobil di Thailand untuk pertama kalinya turun dalam tiga bulan terakhir dengan anjlok 11 persen di bulan Oktober karena moderasi setelah kematian Raja Bhumibol Adulyadej. Penjualan mobil pada Oktober hanya sekitar 60.637 unit kendaraan, menandai penurunan dua digit pertama dalam delapan bulan.

“Kami masih melihat penurunan sekitar 10 hingga 15 persen sejak Raja Thailand wafat pada 13 Oktober lalu,” tulis Toyota . “Penjualan truk pick-up turun sekitar 14 persen pada tahun ini yang didorong pembelian terburu-buru jelang reformasi pajak pada akhir tahun lalu.”

Kematian pemimpin Thailand memang membuat masyarakat Negeri Gajah Putih berkabung sekaligus memperlambat berbagai . Namun, perusahaan dan dealer berharap belanja konsumen bisa bangkit kembali setelah akhir Januari, tepat 100 hari setelah kematian raja. Sementara itu, di Malaysia, penjualan mobil tergelincir 14 persen menjadi hanya 47.879 unit, menandai penurunan selama 10 bulan beruntun.

Namun, berbeda dengan dua tersebut, penjualan mobil baru di empat utama ASEAN lainnya justru menunjukkan angka yang menggembirakan. Di , pasar terbesar di kawasan ini, penjualan mobil baru naik 4 persen menjadi 91.990 unit, sekaligus kenaikan selama tujuh bulan beruntun. baru yang dirilis Toyota dan pada lalu mendongkrak penjualan mobil di Tanah Air.

Di Filipina, penjualan mobil baru meningkat 10 persen, sedangkan di melonjak hingga 26 persen. Total, penjualan mobil baru di kawasan ASEAN mencapai 271.094 unit selama bulan Oktober 2016. Sementara, sejak awal tahun, mobil baru di Asia Tenggara telah terjual 2.601.914 unit atau naik 4 persen.

Loading...